• Digerakkan oleh Iman 2026-05-06

    Yesus . . . berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” –Matius 15:28

    Baca: Matius 15:21-28

    J.D. menyaksikan banyak hal menakjubkan dalam perjalanannya ke beberapa negara Afrika. Pesan singkat yang dikirimnya dari Zambia Timur memperlihatkan foto para wanita beriman yang memaparkan rencana penginjilan mereka untuk tiga tahun mendatang. “Itu salah satu pemaparan strategi paling berkesan yang pernah saya dengar. Alih-alih memakai papan tulis, mereka menggambar di tanah. Rencana yang mereka bagikan tidak dibuat di atas kertas yang rapi, melainkan pada kertas kusut seukuran poster yang dipegang oleh dua orang. Sungguh luar biasa!”

    Para wanita itu menunjukkan jenis iman yang dipuji Tuhan Yesus. Matius 15:21-28 mencatat contoh serupa. Karena kondisi anak perempuannya, seorang ibu datang kepada Yesus: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita” (ay. 22). Yesus menjawabnya, “Hai ibu, besar imanmu” (ay. 28). Iman wanita itu bertolak belakang dengan ketidakpercayaan para pemimpin Yahudi yang hatinya jauh dari Allah (ay. 8). Walaupun Kristus mengakui garis keturunan orang Yahudi secara lahiriah dari Abraham, pujian-Nya justru diberikan kepada wanita non-Yahudi yang memiliki iman seperti Abraham.

    Apa yang mendorong Anda datang kepada Yesus hari ini? Apakah itu kebutuhan pribadi, keluarga, atau komunitas? Apa pun alasannya, datanglah kepada-Nya, meski dengan langkah tertatih. Sebab yang terpenting bukanlah besar-kecilnya iman, melainkan objek iman itu: Yesus, dan hanya Yesus.

    Oleh: Arthur Jackson

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Anda menggambarkan kondisi iman Anda saat ini? Bagaimana kepercayaan Anda kepada Yesus dapat diteguhkan kembali?

    Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk bertumbuh dalam iman, dengan percaya bahwa Engkau menyediakan semua yang kuperlukan.

    Amin

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Pertemuan Yesus dengan perempuan Kanaan sering membingungkan para ahli Alkitab. Perlakuan Yesus tampak tidak lazim: mengapa Dia begitu keras terhadap perempuan yang sedang terluka? Mungkin cara Yesus berinteraksi dengannya lebih ditujukan kepada murid-murid-Nya, agar mereka menyadari kerasnya hati mereka sendiri—karena mereka berkali-kali mendesak Yesus untuk mengusir perempuan itu (Matius 15:23).

    Dengan berinteraksi di depan para murid, Yesus memberi mereka contoh yang indah tentang kebesaran iman (ay. 28). Hal itu dilakukan-Nya dengan menyembuhkan anak perempuan itu karena iman sang ibu kepada-Nya. Kisah ini menjadi semakin bermakna karena terjadi setelah perdebatan antara Yesus dan para pemimpin agama, kalangan yang Dia sebut terlalu kaku dalam beragama dan jauh dari hati Allah (ay. 1-14).

    Saat ini, dengan memusatkan perhatian pada Yesus, kita dapat menyerahkan seluruh kekhawatiran kita kepada-Nya. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Digerakkan oleh Iman 2026-05-06

Yesus . . . berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” –Matius 15:28 Baca: Matius 15:21-28...

Halaman FB