Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. –Wahyu 1:1
Baca: Wahyu 1:1-2, 12-18
Pada tahun 1859, terjadi badai matahari terbesar dalam sejarah. Peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Carrington ini menimbulkan gangguan geomagnetik yang sangat besar dan mengacaukan sistem telegraf. Situs Space.com menyatakan, “Apabila badai matahari seperti Peristiwa Carrington terjadi pada masa kini, hal itu diperkirakan dapat mengakibatkan kiamat internet.”
Kata “kiamat” (apocalypse) yang terdengar menyeramkan sungguh menarik perhatian kita. Itulah judul Kitab Wahyu dalam bahasa Yunani (apokalypsis). Namun, kata itu tidak hanya berarti bencana atau akhir zaman, tetapi juga mengacu kepada tindakan penyingkapan atau pewahyuan, seperti nama kitab Wahyu yang kita miliki sekarang.
Kitab Wahyu dibuka dengan kalimat, “Inilah wahyu Yesus Kristus” (Why. 1:1). Kitab ini menyingkapkan Yesus sebagai Anak Domba Allah, sebuah istilah yang digunakan lebih dari 25 kali oleh Yohanes dalam kitab ini. Kitab Wahyu juga menyingkapkan Kristus sebagai Pribadi yang “mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaranya bagaikan desau air bah” (ay. 14-15). Ketika Yohanes melihat Sang Anak Domba untuk pertama kalinya, “tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati” (ay. 17). Namun, Yesus menyentuhnya dan berkata, “Jangan takut! . . . Aku hidup, sampai selama-lamanya” (ay. 17-18).
Alih-alih diliputi ketakutan akan hari kiamat, kita dapat menerima apa yang disingkapkan oleh Kitab Wahyu tentang Kristus yang telah bangkit dan dimuliakan. Dialah satu-satunya yang layak menerima penyembahan kita.
Oleh: Bill Crowder
Renungkan dan Doakan
Apa yang Anda takutkan tentang masa depan? Bagaimana Yesus menolong Anda mengatasi ketakutan itu?
Bapa di surga, terima kasih, karena Engkau telah menyingkapkan Anak-Mu, Yesus, kepadaku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Penglihatan Yohanes tentang Yesus dalam Wahyu 1:12-18 menunjukkan otoritas, kekudusan, dan kuasa ilahi Kristus. Gambaran tentang Dia—berambut putih, mata-Nya menyala, dan suara-Nya seperti “deru air terjun yang besar” (ay. 15 BIMK)—menekankan kemurnian, kebijaksanaan, dan kemuliaan-Nya. Para peneliti sepakat bahwa ketujuh kaki dian (lihat ps. 2–3) melambangkan kehadiran Kristus di tengah jemaat, yang juga menegaskan kedekatan sekaligus peranan-Nya sebagai pelindung dan hakim mereka.
“Sebilah pedang tajam bermata dua” yang keluar dari mulut-Nya (1:16) melambangkan kuasa firman-Nya yang menegur dan menyelamatkan. Kristus menyebut diri-Nya sebagai “Yang Hidup” (ay. 18), yang telah menang atas maut. Karena itu, orang percaya tidak perlu takut akan masa depan, sebab Kristus yang sudah bangkit memegang otoritas mutlak atas kehidupan dan kekekalan. –J.R. Hudberg
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar