Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. –Mazmur 121:8
Baca: Mazmur 121
Setelah menerima selembar tiket gratis untuk menghadiri sebuah acara yang laku keras, Trina menyelipkannya ke dalam Alkitab miliknya. Tak lama kemudian, putra Trina melihatnya panik mengobrak-abrik dapur. Ketika Trina mengatakan bahwa ia kehilangan Alkitab, putranya bertanya mengapa ia mencarinya di lemari dapur. “Karena aku sudah mencarinya ke mana-mana, dan acaranya dimulai 30 menit lagi,” jawabnya. “Aku tidak ingin ketinggalan sedikit pun.” Putranya tertawa, “Tenang, Ma. Kurasa Mama sedang FOMO (fear of missing out, atau rasa takut ketinggalan).” Trina ikut tertawa. Lalu, suaminya masuk sambil membawa Alkitab. “Kau meninggalkannya di dalam mobil,” katanya.
Menikmati berkat tak terduga, kesuksesan besar, atau kesempatan sekali seumur hidup bukanlah hal yang salah. Namun, hasrat yang besar untuk menikmati kesenangan bisa berubah menjadi rasa takut kehilangan. Bisa jadi kita berpikir bahwa Allah menolak memberikan berkat-Nya kepada kita atau bahkan melupakan kita. Padahal, Allah “yang menjadikan langit dan bumi” (Mzm. 121:2) adalah pemelihara dan pelindung kita yang tidak pernah terlelap (ay. 3-7). Karena itu, kita tidak perlu resah menghadapi berbagai ketidakpastian, penundaan, atau kesempatan yang terlewat. Allah sudah berjanji akan menjaga “keluar masuk [kita], dari sekarang sampai selama-lamanya” (ay. 8).
Baik dalam masa-masa sulit, kelimpahan, maupun momen-momen biasa yang Allah rancangkan bagi kita, kita selalu dalam penjagaan-Nya. Kita tidak akan melewatkan apa pun yang sudah Dia tetapkan untuk kita alami.
Oleh: Xochitl Dixon
Renungkan dan Doakan
Bagaimana hidup Anda dipengaruhi oleh kesadaran bahwa kita selalu dalam penjagaan Allah? Pernahkah Anda merasa melewatkan sesuatu yang justru membawa berkat tak terduga?
Allah yang setia, terima kasih, karena Engkau selalu menjagaku dengan sempurna.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Mazmur 121 adalah bagian dari sekumpulan mazmur yang dinyanyikan dalam hari-hari raya Israel. Umat dari seluruh negeri akan pergi ke Yerusalem untuk merayakan “Roti Tidak Beragi, . . . hari raya Tujuh Minggu dan . . . hari raya Pondok Daun” (Ulangan 16:16). Namun, kebanyakan dari mereka harus berjalan kaki untuk menuju ke sana (seperti Yesus beserta keluarganya dalam Lukas 2:41-52) dan perjalanan itu sering kali berbahaya.
Karena Yerusalem terletak di dataran tinggi, para peziarah biasanya berjalan dari tanah rendah menuju Gunung Sion. Itulah sebabnya Nyanyian Ziarah dalam Mazmur 120–134 disebut juga Nyanyian Pendakian. Secara khusus, Mazmur 121 menjanjikan bahwa Allah yang tinggal di Sion menjaga semua orang yang pergi menuju kota-Nya, dan Dia akan melindungi mereka di sepanjang perjalanan. Bahkan saat ini, kita dapat meyakini bahwa Allah yang tinggal di Sion surgawi juga selalu menjaga kita, di mana pun kita berada. –Jed Ostoich
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar