• Menunggu dan Berserah 2026-04-27

    Tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. –Yeremia 18:4

    Baca: Yeremia 18:1-6

    Tidak banyak yang kita ketahui tentang Adelaide Pollard, dan mungkin itu memang yang dikehendakinya. Ia adalah hamba Tuhan yang rendah hati dan tidak mencari pengakuan bagi dirinya sendiri. Pada usia 40 tahun, Adelaide merasa terpanggil untuk melayani sebagai misionaris di Afrika. Namun, kesempatan itu tertutup baginya sehingga ia pun sangat berkecil hati. Di tengah kekecewaan, Adelaide teringat firman Tuhan: “Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku” (Yer. 18:6). Dari perenungan itu lahirlah sebuah himne dengan lirik: “Ku tanah liat Kau Penjunan.”

    Gambaran dalam Kitab Yeremia berlaku juga bagi hidup kita saat ini: “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya” (Yer. 18:4). Itulah gambaran bagaimana Allah membentuk kita kembali sesuai maksud-Nya yang lebih baik. Apa pun yang kita pikir harus kita lakukan dan lalui, bisa jadi Allah memiliki rancangan lain: “Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku” (ay. 6).

    Akhirnya, Adelaide memang pergi ke Afrika. Namun, mungkin maksud Allah atas hidupnya justru lebih berkaitan dengan hal-hal lain, seperti menggubah “Have Thine Own Way” (Biarlah Kehendak-Mu Jadi, Ya Tuhan, NKI 102), himne yang telah menginspirasi jutaan orang tadi. Ketika kita merasa apa yang ingin kita capai belum terpenuhi, biarlah kita merenungkan bagaimana Allah sedang membentuk kita dalam prosesnya. Kiranya kita “menunggu dan berserah” pada kehendak-Nya, hingga maksud-Nya yang agung tergenapi dalam hidup kita.

    Oleh: Kenneth Petersen

    Renungkan dan Doakan

    Dalam hal apa Anda merasa patah semangat untuk mencapai tujuan hidup Anda? Bagaimana Anda dapat membiarkan Allah berkarya menggenapi kehendak-Nya dalam hidup Anda?

    Ya Allah, ajarlah aku menyerahkan diriku untuk dibentuk oleh tangan-Mu, Sang Penjunan Agung.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Yeremia 18:6 mengingatkan kita bahwa Allah adalah “tukang periuk” yang membentuk dan memakai kita untuk menggenapi tujuan-Nya. Musa adalah contoh nyata dari seseorang yang dipakai Allah. Dalam Kisah Para Rasul 7, Stefanus berkata, “Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel. . . . Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti” (ay. 23-25). Musa mengira ia sudah siap, dan meski firasatnya benar, waktunya belum tiba.

    Akhirnya, setelah 40 tahun yang “tenang,” barulah Musa siap untuk menunaikan tugas Allah bagi penyelamatan umat-Nya: “Musa ini, yang telah mereka tolak . . . juga telah diutus oleh Allah sebagai pemimpin dan penyelamat . . . Dialah yang membawa mereka keluar dengan mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun, empat puluh tahun lamanya” (ay. 35-36). Saat ini, ketika kita berserah kepada Allah, Dia sanggup memakai kita untuk menggenapi tujuan-Nya pada waktu-Nya yang tepat. –Arthur Jackson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Menunggu dan Berserah 2026-04-27

Tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. –Yeremia 18:4 Baca: Yeremia 18:1-6 T...

Halaman FB