Seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. –Yosua 3:7
Baca: Yosua 3:9-11, 13-17
Ketika Chris McCandless menyimpang dari jalan utama dan masuk ke dalam kawasan liar Alaska, ia berharap itu hanya untuk sementara. Ia menyeberangi Sungai Teklanika pada bulan April, tetapi es yang mencair pada musim panas membuat sungai itu meluap dengan arus deras yang tak terseberangi. McCandless tidak bisa kembali, dan berbulan-bulan kemudian, dalam kondisi kehabisan makanan, ia pun mati dengan tragis. Pengalamannya yang mengenaskan itu kemudian diabadikan dalam buku dan film.
Bangsa Israel kuno juga menghadapi sungai yang harus mereka seberangi untuk memasuki tanah perjanjian. Akan tetapi, “air Sungai Yordan meluap sepanjang tepinya” (Yos. 3:15 FAYH), situasi sulit yang menantang sekaligus menumbuhkan iman mereka. Allah berfirman kepada Yosua, “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau” (ay. 7).
Yosua berkata kepada bangsanya, “Tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan” (ay. 11). Saat para imam mengangkat tabut itu dan menginjak air sungai, “berhentilah air itu mengalir” (ay. 15-16). Seluruh bangsa pun menyeberang di dasar sungai yang kering (ay. 17).
Dalam hidup ini, adakalanya kita menghadapi “penyeberangan sungai”—situasi-situasi yang terasa mustahil, tetapi yang dapat menumbuhkan iman jika kita mau berpaling kepada Allah yang sanggup membuka jalan. Penyeberangan terakhir dan terbesar yang akan kita hadapi adalah dari kehidupan fana menuju kehidupan kekal. Apa pun tantangannya, Allah yang menyertai Musa, Yosua, dan bangsa Israel juga akan membuka jalan bagi kita.
Oleh: Tim Gustafson
Renungkan dan Doakan
“Penyeberangan sungai” apa yang sedang Anda hadapi hari ini? Seperti apa kuasa Allah yang pernah Anda alami dan saksikan di masa lalu?
Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau membuka jalan bagi kami untuk menyeberangi setiap sungai kesulitan yang kami hadapi, termasuk penyeberangan terakhir menuju kehidupan kekal.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Allah memimpin sendiri umat Israel keluar dari Mesir, melewati Laut Teberau, berjalan di padang gurun, dan menyeberangi Sungai Yordan menuju tanah perjanjian (Yosua 3:13-17). Semua mukjizat ini hanya mungkin terjadi karena hadirat Allah yang menyertai mereka. Di Gunung Sinai, Musa mengakui, “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” (Keluaran 33:15-16).
Hadirat Allah bukan hanya vital bagi umat Israel, tetapi juga bagi kita saat ini, terutama bagi kesaksian kita kepada dunia. Apa pun situasi yang kita hadapi, Allah selalu menyertai dan membuka jalan bagi kita. –Tim Laniak
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar