• Terhilang, tetapi Kini Ditemukan 2026-04-21

    Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. –Lukas 15:9

    Baca: Lukas 15:8-10

    Bertahun-tahun lalu, saat saya berkunjung ke kawasan Amazon di Ekuador bersama ayah saya, kami menaiki perahu menuju sebuah desa kecil untuk menikmati pemandangan dan mengenali kehidupan penduduk di sana. Ayah saya membelikan saya sejumlah perhiasan hasil kerajinan tangan, termasuk sepasang anting. Anting-anting itu hanya saya kenakan pada acara-acara khusus, seperti ketika saya mengunjungi saudara perempuan saya untuk merayakan ulang tahun saya. Namun, sepulang dari sana, saya panik ketika menyadari salah satu anting itu hilang. Saya sampai mencarinya ke mana-mana.

    Memang itu hanya sebuah anting, tetapi untuk mendapat gantinya saya harus menempuh perjalanan jauh kembali ke hutan Amazon. Yang luar biasanya, ketika saudara perempuan saya kembali ke restoran tempat kami merayakan ulang tahun, ia berhasil menemukan anting saya di kotak barang hilang. Alangkah gembiranya saya mendengar kabar itu!

    Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang perempuan yang kehilangan sekeping dirhamnya. Ia tidak berhenti mencari sampai dirham yang berharga itu ditemukan. “Tidakkah ia akan mencarinya dengan menyalakan lampu dan menyapu setiap sudut rumahnya sampai ia menemukannya?” tanya Yesus (Luk. 15:8 FAYH). Lalu, ketika dirham itu ditemukannya, ia sangat bersukacita (ay. 9).

    Perumpamaan ini diceritakan Yesus untuk menunjukkan betapa berharganya kita di mata Allah. Yesus “datang untuk mencari dan menyelamatkan” kita yang terhilang (Luk. 19:10). Meski kita pernah terhilang, seisi surga bersukacita ketika kita ditemukan.

    Oleh: Nancy Gavilanes

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana perasaan Anda saat mengetahui bahwa Anda berharga di mata Allah? Apa yang Anda rasakan saat menyadari bahwa surga bersukacita saat kita ditemukan kembali?

    Ya Allah, terima kasih, karena Engkau tidak pernah berhenti mencariku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Kasih Allah bagi kita tercatat di seluruh Alkitab. Yohanes 3:16-17 menyatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dia “mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” Kebesaran kasih Allah kepada kita dibuktikan-Nya dengan “mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yohanes 4:10; lihat juga 3:1). Kita memang pantas dihukum, tetapi karena belas kasih-Nya, Allah “menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita” (Efesus 2:5; lihat Roma 5:8). Ketika kita meninggalkan dosa dan beriman kepada Yesus, surga pun bersukacita (Lukas 15:10). –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Terhilang, tetapi Kini Ditemukan 2026-04-21

Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. –Lukas 15:9 Baca: Lukas 15:8-10 Bertahun-tahun lalu,...

Halaman FB