Kewargaan kita adalah di dalam sorga. –Filipi 3:20
Baca: Filipi 3:4-11
Anna dan suaminya tinggal di Argentina bersama dua anak mereka. Mereka hidup tertutup dan hanya berbicara dalam bahasa Spanyol dengan fasih. Namun, mereka bukan warga negara Argentina. Mereka bekerja sebagai agen tidur, yakni mata-mata yang berasal dari negara lain. Mereka sangat mahir membaur dengan budaya sehari-hari dari tempat mereka tinggal, bahkan hingga cara memegang garpu. Meski demikian, sebuah perubahan dalam catatan sipil mereka menimbulkan kecurigaan, lalu akhirnya pasangan itu ketahuan dan ditangkap. Saat keluarga itu diterbangkan kembali ke negara asalnya, Anna memandang putrinya yang baru berusia 11 tahun. Bagaimana ia akan menjelaskan bahwa mereka bukanlah seperti yang selama ini dipikirkan putrinya?
Orang percaya memiliki kewarganegaraan yang jauh lebih penting. Kita adalah agen-agen dari otoritas tertinggi, yakni Raja Surgawi, karena “kewargaan kita adalah di dalam sorga” (Flp. 3:20). Penduduk kota Filipi bangga menjadi warga Romawi dan setia mengabdi kepada kekaisaran tersebut. Namun, Paulus menegaskan bahwa pengabdian umat Tuhan melampaui itu. Pengabdian tertinggi kita adalah kepada Yesus, yang memiliki otoritas surgawi atas Romawi dan Filipi.
Tidak seperti Anna dan suaminya, kita tidak diam-diam bekerja melawan dunia yang kita tinggali. Sebaliknya, kita terang-terangan bekerja demi kebaikannya. Pengabdian kita kepada Yesus mendorong kita untuk melayani sesama dan berdoa bagi “semua orang yang memegang kekuasaan . . . supaya kita dapat hidup tenang dan tentram untuk Allah dengan kelakuan yang patut” (1 Tim. 2:2 BIMK). Dengan pertolongan Allah, kita akan “[mengusahakan] kesejahteraan” kota kita. Kita akan “[berdoa] untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraan [kita]” (Yer. 29:7).
Oleh: Mike Wittmer
Renungkan dan Doakan
Bagaimana pengabdian Anda kepada Yesus menjadi berkat bagi orang lain? Bagaimana cara Anda mewujudkan hal itu hari ini?
Bapa yang baik, mampukanlah aku menguatkan sesamaku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Jemaat Filipi, yang dirintis Paulus dalam perjalanan misi keduanya (Kisah Para Rasul 16:6-40), adalah jemaat yang setia mendukung pelayanannya (Filipi 1:5; 4:15-19). Sang rasul menasihati jemaat itu untuk hidup “berpadanan dengan Injil Kristus” (1:27), meski mereka tinggal di kota yang menentang dan menganiaya mereka (ay. 28).
Paulus mendorong mereka untuk melayani jemaat dan kota itu dengan sukacita, dengan “menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (2:5), yakni meneladan kerendahan hati dan pengorbanan-Nya yang tanpa pamrih (ay. 1-8). Sebagai warga negara kerajaan surga (3:20), orang percaya dipanggil untuk “[mengerjakan] keselamatan [mereka] dengan takut dan gentar” (2:12). Karena kita beriman kepada Yesus, kita harus hidup dengan “tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela” (ay. 15), sembari melayani sesama dan berdoa bagi para pemimpin kita. –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar