Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu . . . berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. –2 Korintus 9:8
Baca: 2 Korintus 9:6-15
Kemurahan hati Stanley selalu membuat saya kagum. Ia sering membawakan makanan dan hadiah untuk para lansia di gereja, petugas kebersihan di lingkungannya, atau siapa saja yang perlu disemangati.
Yang tak kalah mengagumkan, meski Stanley tidak kaya atau ahli dalam berinvestasi, ia mempunyai investasi kecil yang berkembang sangat baik, sehingga ia mampu untuk terus memberi. Setiap kali seseorang berterima kasih kepadanya, ia akan menunjuk ke atas sambil tersenyum, seolah berkata, “Itu dari Allah, bukan dari diriku.” Ia sering berkata bahwa Allah telah menolongnya untuk menolong orang lain.
Itulah yang dimaksudkan Paulus dalam 2 Korintus 9 ketika menulis tentang pemberian. Ia bangga dengan kerelaan jemaat Korintus untuk menolong saudara-saudara seiman mereka (ay. 2), dan berharap dapat mengumpulkan persembahan yang telah mereka mulai (ay. 3). Dalam mendesak mereka untuk memberi dengan murah hati dan sukacita, Paulus menegaskan bahwa Allah tidak hanya akan memberi upah bagi mereka yang memberi (ay. 6-7), tetapi juga memberkati mereka agar dapat memberi lebih banyak lagi (ay. 8).
Allah tidak mengharapkan kita memberi lebih dari apa yang mampu kita berikan (2 Kor. 8:12). Sebaliknya, Dia mempercayakan kepada kita uang, waktu, atau karunia agar kita dapat “berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (9:8). Dia juga menyediakan segala yang kita perlukan sehingga “[kita] selalu sanggup memberi dengan murah hati” (ay.11 TSI). Itulah sebabnya kita dapat memberi dengan iman dan hati yang bersukacita (ay. 7), karena menyadari bahwa sesungguhnya kita hanya dapat memberi dari apa yang telah kita sendiri terima dari Allah. Kiranya Allah dimuliakan lewat pemberian kita (ay. 13).
Oleh: Leslie Koh
Renungkan dan Doakan
Apa yang telah Anda terima dari Allah? Siapa yang dapat menerima pemberian Anda hari ini, dari apa yang telah Anda sendiri terima?
Ya Allah, bukalah mataku untuk menyadari berkat-berkat-Mu, dan juga hatiku untuk memberkati sesamaku dengan murah hati dan sukacita, karena aku sendiri telah diberkati dengan berlimpah.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Instruksi dalam 2 Korintus 9:6-15 tentang perlunya jemaat Korintus memberi dengan sukacita tidaklah tanpa alasan. Pada pasal sebelumnya, Paulus telah memberikan teladan tertinggi dalam memberi, yakni apa yang telah Kristus berikan pada kita (8:9). Jemaat Makedonia telah menunjukkan kemurahan hati lewat pemberian mereka (ay. 1-6), dan sebagaimana jemaat Korintus bertumbuh dalam banyak hal, sang rasul ingin agar mereka juga mengalami sukacita dalam memberi (ay. 7).
Hari ini, kita dapat merasakan berkat dan kehormatan untuk memberi dengan sukacita dari apa yang telah diberikan Allah kepada kita. –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar