Tidak tahukah kamu . . . bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! –1 Korintus 6:19-20
Baca: 1 Korintus 6:12-20
Baru-baru ini, saya mengunjungi Los Angeles dan harus menyewa sebuah mobil. Di sana, saya harus mengemudi melewati jalan-jalan sempit di pusat kota yang padat dengan lalu lintas dan orang. Saya mengemudi dengan sangat hati-hati, lebih lambat dari biasanya. Mengapa? Karena saya tidak ingin mengalami kecelakaan. Namun, sebenarnya saya tidak ingin merusak mobil sewaan saya. Mobil tersebut bukan milik saya. Saya hanya meminjamnya.
Sering kali, kita lebih memilih menjadi pemilik daripada penyewa. Namun, saat mengemudi, saya jadi berpikir bagaimana menyewa mobil dapat menggambarkan pelajaran penting mengenai hubungan saya dengan Allah.
Kitab Suci mengajarkan bahwa tubuh kita—yang mungkin kita anggap sebagai milik kita sendiri—sebenarnya bukanlah milik kita. Dalam konteks yang lebih luas tentang dosa seksual dalam 1 Korintus 6, Paulus menyimpulkan, “Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (ay. 19-20).
Harus saya akui, tidak mudah untuk sepenuhnya memahami bahwa tubuh saya bukan milik saya sendiri. Meski demikian, Allah memanggil kita untuk memuliakan-Nya dengan tubuh kita. Dia juga mau kita merawat tubuh kita. Dengan menyadari bahwa kita adalah pengelola—atau bisa dikatakan penyewa—dari bejana yang telah Dia berikan kepada kita, kiranya kita memakainya untuk menghormati dan melayani Dia, yang telah membiarkan tubuh-Nya tercabik dan darah-Nya tercurah demi keselamatan kita.
Oleh: Adam R. Holz
Renungkan dan Doakan
Menurut Anda, bagaimana Allah ingin kita memuliakan-Nya dengan tubuh kita? Bagaimana kebenaran ini mengubah cara Anda menjalani hidup?
Ya Bapa, terima kasih untuk karunia luar biasa berupa tubuhku ini. Tolonglah aku memuliakan-Mu dengan memakainya untuk mengasihi dan melayani sesamaku hari ini.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Beberapa ahli berpendapat bahwa sejumlah orang di Korintus bisa jadi memandang iman Kristen sebagai cara untuk meningkatkan status sosial (lihat 1 Korintus 1:26-31). Para budak dan bangsawan memiliki kedudukan setara di hadapan Tuhan Yesus (Galatia 3:28), jadi mungkin saja mereka mengira bisa naik juga dalam kedudukan sosial. Dalam surat pertamanya kepada jemaat Korintus yang sesat pikir, Paulus menggugat banyak pandangan keliru tentang arti menjadi hamba Kristus. Mengikuti Mesias yang telah bangkit tidak berarti kita boleh bermegah dalam status sosial (1 Korintus 1:26-31), menyalahgunakan makanan (ps. 8), atau terlibat dalam berbagai perilaku cabul (ps. 5; 6:12-20).
Sebaliknya, Allah memanggil kita untuk menghormati Dia dengan seluruh aspek kehidupan kita, termasuk dengan tubuh kita. –Jed Ostoich
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar