• Kesetiaan yang Mahal Harganya 2026-08-12

    Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! –Mazmur 31:3

    Baca: Mazmur 31:2-6,8-10

    Film A Hidden Life menceritakan kisah nyata tentang seorang petani Austria bernama Franz Jägerstätter pada masa Perang Dunia II. Karena merasa muak terhadap kekejaman Nazi dan memegang teguh keyakinan bahwa hanya Yesus yang patut ditinggikannya, ia menolak untuk bersumpah setia kepada Hitler. Sikap tegas itu membuatnya ditangkap, dan di sepanjang film kita menyaksikan pergumulan batin yang dihadapi Franz akibat keputusan berani itu.

    Penduduk desa Franz tinggal membencinya karena menentang rencana Hitler. Sesama narapidana mengolok-olok imannya, bahkan sejumlah rohaniwan menganggapnya bodoh. “Sudahlah, Tuhan tidak peduli apa yang kamu katakan. Yang penting Dia tahu isi hatimu,” kata seseorang yang mencoba membujuknya untuk memberi hormat basa-basi kepada Hitler hanya demi menyelamatkan nyawanya. Di bawah tekanan untuk mengubah sikapnya, Franz pun berdoa, “Ya, Gunung batuku, kubu pertahananku, berilah aku kekuatan untuk mengikut-Mu.”

    Mazmur 31 adalah doa seseorang yang sedang menghadapi kekuatan si jahat. “Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku” (ay. 3), seru Daud di hadapan lawan-lawannya (ay. 5,12). Saat menderita dalam kesesakan dan dicemooh oleh tetangganya, Daud rindu untuk tetap setia di bawah tekanan (ay. 4,11-14). “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku,” doanya (ay. 6), kata-kata yang kemudian diucapkan Yesus di atas kayu salib (Luk. 23:46).

    Kesetiaan kita yang mahal harganya tidak akan disia-siakan oleh Allah. Franz Jägerstätter tetap setia sampai akhir. Seperti Yesus, kesetiaan itu harus dibayar dengan nyawanya. Namun, sebagaimana Yesus dibangkitkan dari kematian, kelak Franz juga akan dibangkitkan Allah.

    Oleh: Sheridan Voysey

    Renungkan dan Doakan

    Hikmah apa yang Anda terima dari kematian para martir di sepanjang sejarah? Apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk tetap setia di tengah pencobaan yang akan datang?

    Ya Allah, Gunung Batu dan Kubu Pertahananku, kuatkanlah aku untuk setia mengikut-Mu, sebesar apa pun perlawanan yang kuhadapi.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu....

    WAWASAN

    Dalam penderitaannya, Daud berpaling kepada Allah, “gunung batu tempat perlindungan”nya (Mazmur 31:3). Allah mendengar “suara permohonanku” (ay. 23) dan menyelamatkannya dari musuh-musuhnya (ay. 9,16). Dia juga mendengar seruan kita dan menjanjikan upah kekal bagi kesetiaan serta ketekunan kita. Yakobus 1:12 menyatakan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

    Karena itu, kita didorong untuk “[berdiri] teguh, . . . dan [giat] selalu dalam pekerjaan Tuhan,” sebab “dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah [kita] tidak sia-sia” (1 Korintus 15:58). –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Kesetiaan yang Mahal Harganya 2026-08-12

Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! –Mazmur 31:3 Baca: Mazmur 31:2-6,8-10 Film A Hidden...

Halaman FB