Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu. –Imamat 26:11
Baca: Imamat 26:3-12
Alan adalah petani buah generasi kelima yang mengelola kebun ceri, persik, dan apel milik keluarganya. Selama bertahun-tahun, keluarganya telah menyempurnakan keahlian bercocok tanam agar dapat menuai panen yang melimpah. Dengan saksama, mereka menanam bibit-bibit pohon, memasang pagar untuk menghalau rusa, dan menggunakan kipas-kipas khusus yang menjaga udara tetap hangat saat embun beku mengancam tanaman. Meski demikian, semua usaha itu tidak menjamin adanya hasil panen yang baik. Faktor-faktor lain seperti kondisi cuaca, penyerbuk, dan penyakit berada di luar kendali mereka.
Namun, seluruh alam berada di bawah kendali Allah. Dia tahu kita mempunyai kebutuhan jasmani seperti hasil panen yang sehat, tetapi Dia mendorong kita untuk berharap pada sumber segala berkat, yaitu diri-Nya sendiri. Kitab Imamat berisi ketetapan Allah bagi orang Israel atas segala sesuatu, dari upacara korban, ibadah, hubungan dengan sesama, hingga peradilan pidana. Ketaatan kepada perintah-Nya akan membawa berkat, termasuk hasil panen yang berlimpah (26:3-4). Sebaliknya, ketidaktaatan mereka mendatangkan kutuk, berupa musuh yang menikmati hasil kerja keras mereka (ay. 16). Lebih dari sekadar hasil pertanian yang melimpah (ay. 10), berkat Allah mencakup janji-Nya untuk tinggal bersama umat-Nya (ay. 11) dan “memberkati [mereka]” (ay. 9 BIMK).
Orang Israel berulang kali gagal. Demikian juga kita. Namun, kita dapat bertobat, tunduk, dan kembali kepada-Nya untuk menikmati berkat kehadiran-Nya (ay. 40-42), yang terwujud dalam diri Yesus dan sekarang dinyatakan melalui Roh Kudus.
Oleh: Karen Pimpo
Renungkan dan Doakan
Dalam hal apa Anda mengupayakan damai sejahtera dan kebutuhan Anda sendiri? Seperti apa hidup yang dijalani dalam hadirat Allah dan kehendak-Nya?
Ya Allah, izinkanlah aku tinggal bersama-Mu, saat aku berjalan menurut kehendak-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Imamat 26, Allah berjanji kepada umat-Nya bahwa jika mereka menaati perintah-Nya, tanah mereka akan subur dengan hasil panen dan mereka akan hidup dalam damai. Janji terpenting dalam pasal ini terdapat di ayat 12: “Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.”
Namun, pasal ini juga memuat peringatan bahwa penolakan terhadap perintah Allah akan mendatangkan kelaparan, kekalahan, dan akhirnya pembuangan dari negeri mereka dan hadirat-Nya (ay. 14-35). Meski demikian, Allah berjanji bahwa jika umat-Nya bertobat, Dia akan “mengingat perjanjian[-Nya]” (ay. 42) dan memulihkan mereka. Karena kesetiaan Allah (ay. 44), selalu ada jalan kembali kepada hadirat-Nya. Hal yang sama berlaku bagi kita. Ketika kita mengakui dosa-dosa kita, kita dapat menikmati hadirat-Nya. –Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar