Tuhan murah hati dan penyayang, Dia lambat untuk marah, dan besar kasih setia. –Yoel 2:13 (AYT)
Baca: Yoel 2:12-18
“Televisi lambat” adalah istilah untuk menggambarkan liputan suatu peristiwa yang berdurasi sangat panjang, dan biasanya disiarkan secara langsung. Genre ini mulai populer pada tahun 2009 setelah Perusahaan Penyiaran Norwegia menayangkan perjalanan kereta selama tujuh jam . . . dari dalam kereta. Sekilas terkesan membosankan, tetapi ternyata siaran tersebut menarik perhatian penonton yang terpukau oleh pemandangan indah sepanjang perjalanan.
Televisi lambat dimaksudkan untuk menampilkan sesuatu sesuai dengan kecepatan asli dari pengalaman yang terjadi, bukan mengikuti kecepatan alur kisah suatu drama. Konsep ini dibangun atas dasar transisi dan pergerakan, bukan ketegangan atau jalan cerita. Televisi lambat mengajarkan kita untuk menikmati setiap menit kehidupan, bukan sekadar menghitungnya.
Penyair Francis Thompson pernah menulis tentang “laju Allah yang tenang.” Maksudnya, Allah bergerak dengan teratur, sabar, terukur, dan penuh maksud. Kita melihat ketenangan Allah, bahkan dalam emosi yang ditunjukkan-Nya. Dalam Kitab Suci, seruan Nabi Yoel kepada orang Yehuda untuk bertobat didasarkan pada kenyataan bahwa Allah “lambat untuk marah” (Yl. 2:13 AYT). Tidak seperti drama kehidupan kita yang sarat dengan amarah dan keegoisan, Allah memilih pendekatan yang berbeda. Kemarahan-Nya datang dengan lambat. Kepada umat yang memberontak, Allah berkata, “Koyakkanlah hatimu, bukan pakaianmu. Bertobatlah kepada Tuhan, Allahmu” (ay. 13 AYT).
Kemarahan Allah tidak sama dengan kemarahan manusia. Dia lambat untuk marah, dan sikap itu memberi kesempatan bagi kita untuk kembali kepada-Nya dengan segenap hati kita.
Oleh: John Blase
Renungkan dan Doakan
Kapan dan bagaimana Allah sepertinya bergerak dengan lambat dalam hidup Anda? Mengapa Dia lambat untuk marah, tetapi cepat untuk menunjukkan belas kasihan-Nya?
Ya Allah, aku selalu bersyukur bahwa Engkau Maha Penyabar dan lambat untuk marah.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Nabi Yoel memperingatkan bangsa Yehuda tentang “hari TUHAN” yang akan datang—masa penghakiman yang ngeri atas umat-Nya yang tidak setia (Yoel 1:15; 2:1,11,31; 3:14,18). Namun, bagi mereka yang “berseru kepada nama TUHAN” (2:32), hari itu akan menjadi hari keselamatan dan kelepasan. Allah memanggil Yehuda, “Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu” (ay. 12). Yoel menegaskan bahwa pertobatan yang tulus dapat mengubah pendirian Allah untuk memberi hukuman (ay. 14), sebab Dia “panjang sabar dan penyayang murah hati dan penuh kasihan. Senang mengampuni dan tak suka menjalankan hukuman” (ay. 13 BIMK).
Sebelumnya, ketika Israel jatuh dalam penyembahan berhala (Keluaran 32), Allah juga menyatakan diri-Nya sebagai Pribadi yang “penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya . . . mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa” (Keluaran 34:6-7). Allah memanggil kita semua: “Koyakkanlah hatimu . . . dan berbaliklah kepada TUHAN” (Yoel 2:13). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar