Kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu, dan ketekunan pengharapanmu. –1 Tesalonika 1:3
Baca: 1 Tesalonika 1:2-7
Setelah percaya kepada Yesus baru-baru ini, Emily Kenward melihat lingkungan di sekitarnya dengan sudut pandang yang berbeda. Suatu ketika, saat menyusuri Lavender Street di Brighton, Inggris, ia memperhatikan banyak rumah yang menutup tirainya pada siang hari, dan bagaimana orang-orang lanjut usia jarang terlihat, meski jumlah mereka cukup banyak. Timbullah sebuah ide dalam benak Emily.
Emily mencari tahu tempat tinggal para lansia di kawasan itu, lalu mengundang mereka untuk menikmati jamuan teh di sore hari. Orang-orang yang menerima undangan itu menceritakan kisah serupa: mereka hidup sendirian dan bisa melewati bulan demi bulan tidak berjumpa siapa pun. Namun sebenarnya, mereka merindukan ada tamu yang datang mengunjungi mereka.
Iman kepada Yesus akan mengubah cara kita memandang dunia dan menjawab kebutuhan yang ada. Inilah yang kita lihat pada jemaat Tesalonika. Setelah berbalik kepada Allah (1 Tes. 1:9), mereka menjadi teladan iman bagi jemaat lain melalui kehidupan mereka yang diubahkan (ay. 6-7). Rasul Paulus menyoroti “pekerjaan iman” dan “usaha kasih” mereka (ay. 3). Iman yang sejati telah menggerakkan mereka untuk memuliakan Kristus dengan cara melayani sesama dalam kasih.
Karena tersentuh oleh apa yang ia dengar dari para lansia itu, Emily pun mendirikan badan amal yang dapat menghubungkan lansia di Brighton dengan para relawan yang bersedia mengunjungi mereka. Ia ingat seorang wanita memeluknya erat sambil menangis penuh syukur karena akhirnya merasa diperhatikan dan didengar. Pelayanan itu berkembang hingga menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa. Pertanyaannya bagi kita: Apa pelayanan kasih yang digerakkan oleh Roh Kudus, yang dapat Anda dan saya lakukan hari ini?
Oleh: Sheridan Voysey
Renungkan dan Doakan
Menurut Anda, apa kebutuhan komunitas Anda? Seturut dengan pimpinan Roh Kudus, pelayanan kasih apa yang bisa dilakukan untuk menjawab kebutuhan itu?
Allah Roh Kudus, penuhilah kembali diriku, supaya aku dapat mengasihi sesamaku dengan lebih sungguh!
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Kisah Para Rasul 9 memperkenalkan kita kepada seorang percaya yang terdorong oleh kasih untuk melayani sesama. “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita—dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah” (ay. 36). Akar kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “memberi sedekah” berarti “berbelas kasihan” atau “kepedulian.” Di Yope, ada sekelompok orang yang diberkati oleh “perbuatan baik” yang ditunjukkan Tabita (ay. 36 AYT).
Kita membaca bagaimana “semua janda datang berdiri dekat [Petrus] dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup” (ay. 39). Peninggalan dari pelayanan kasih Tabita mencakup perbuatan baik dan belas kasihannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Teladan Tabita dan jemaat Tesalonika tersebut mengingatkan kita yang “dikasihi Allah” (1 Tesalonika 1:4) untuk mengizinkan Roh Allah menunjukkan bagaimana kita menunjukkan kasih secara nyata kepada orang lain. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar