Ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. –Matius 17:27
Baca: Matius 17:24-27
Pada tahun 2024, seorang remaja bernama Keegan berhasil menangkap seekor ikan barramundi sepanjang 60 cm. Kegembiraannya yang sederhana berubah menjadi sukacita besar ketika adik perempuannya melihat suatu penanda pada ikan itu. Rupanya ikan tersebut adalah bagian dari kompetisi memancing di Australia yang berhadiah satu juta dolar! Sebelum Keegan, belum pernah ada orang yang meraih hadiah utama dari acara tahunan yang telah berlangsung sejak 2015 tersebut.
Sekecil apa pun peluang menangkap ikan berhadiah tadi, masih jauh lebih kecil kemungkinan menemukan ikan dengan sekeping koin di mulutnya. Namun, dalam Injil Matius, Yesus memerintahkan murid-Nya, Petrus: “Pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya” (17:27).
Konteks dari hasil tangkapan yang tidak lazim ini adalah pertanyaan apakah Yesus membayar pajak Bait Allah (ay. 24). Tuntutan atas diri Anak Allah untuk membayar pajak bagi Bait Allah jelas terdengar ironis. Yesus menegaskan bahwa anak-anak raja tidak perlu membayar pajak kepada raja (ay. 25-26).
Namun, Yesus tidak ingin menjadi “batu sandungan” yang membuat orang berpaling dari pengajaran-Nya, atau memberi kesan bahwa Dia menghindari pajak (ay. 27). Karena itu, Dia memerintahkan Petrus menangkap ikan yang mempunyai jumlah uang yang persis dibutuhkan untuk membayar pajak diri-Nya dan juga pajak Petrus. Peristiwa ini dapat menjadi pengingat bagi Petrus—dan juga kita—bahwa Allah yang Maha Menyediakan itu selalu menyertai anak-anak-Nya ketika mereka mengikuti-Nya.
Oleh: Monica La Rose
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda pernah mengalami kejadian tak terduga, ketika Anda melihat Allah bekerja dengan ajaib? Bagaimana mempercayai Allah membuat Anda leluasa untuk hidup taat kepada-Nya?
Allah yang penuh kasih, tolonglah aku bersandar pada pemeliharaan-Mu, di saat aku mengikuti-Mu dengan setia.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Hukum pada masa Alkitab mewajibkan setiap orang Israel dewasa membayar pajak untuk mendukung pelayanan bait suci (Nehemia 10:32). Ketika Yesus diingatkan tentang pajak tersebut, Dia menyatakan bahwa karena raja tidak meminta upeti dari anak-anaknya, maka sebagai Anak Allah, Dia sebenarnya tidak perlu membayar. Dia “melebihi Bait Allah” (Matius 12:6), sebab bait suci itu adalah milik-Nya. Namun, sebagai orang Yahudi yang taat hukum, Dia tetap membayar pajak agar tidak dituduh melanggar hukum dan menjadi batu sandungan (17:27; lihat 11:6).
Secara ajaib, Yesus menyediakan uang pajak itu bagi Petrus, dengan menunjukkan bahwa Dialah Tuhan atas segala ciptaan, yang sanggup memenuhi kebutuhan kita. Kristus meyakinkan kita, “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan . . . akan apa yang hendak kamu pakai. . . . Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu” (6:25,32). Sebagai anak-anak Allah, kita dapat percaya bahwa Dia akan menyediakan segala yang kita perlukan. –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar