Aku melemparkan emas itu ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini. –Keluaran 32:24
Baca: Keluaran 32:15-24
“Itu bukan salahku!” kata Han Solo dalam film The Empire Strikes Back saat pesawatnya diserang. Jalan keluar tampaknya mustahil, karena ada perbaikan yang belum dilakukan. Ucapan Han membuat penonton berpikir apakah sebenarnya ia ikut bertanggung jawab atas kesulitan tersebut, tetapi enggan mengakuinya.
Saya juga pernah mengalaminya. Terkadang lebih mudah menyalahkan orang lain atau keadaan daripada menerima tanggung jawab. Kitab Suci menunjukkan bahwa kecenderungan ini sudah ada sejak dosa hadir. Adam dan Hawa melakukannya (Kej. 3:11-13), begitu juga Harun. Saat Musa sedang menerima Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai, ia diberi tahu Allah bahwa bangsa yang baru dibebaskan-Nya itu berpaling dari-Nya demi menyembah berhala (Kel. 32:7-8). Ketika Musa turun dan menegur Harun yang ditugasinya memimpin, Harun menjawab, “Engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata” (ay. 22). Bukan itu saja, ia juga berdalih tentang berhala yang dibuatnya: “Mereka memberikan [emas] kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini!” (ay. 24).
Meski kita sering keras kepala, Allah tetap memberikan pengampunan ketika kita mengaku bersalah kepada-Nya. Dia berjanji bahwa Dia “setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita” (1 Yoh. 1:9). Setelah diampuni dan diterima kembali oleh Allah, kita dapat jujur mengakui kegagalan kita kepada Allah, yang sudah menanggung kesalahan kita di kayu salib—semua karena kasih-Nya yang sempurna dan rela berkorban.
Oleh: James Banks
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda pernah mengalami pengampunan Allah? Bagaimana Anda dapat menceritakan apa yang telah Dia lakukan bagi Anda kepada orang lain hari ini?
Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau telah mengangkat dosa, kesalahan, dan rasa malu yang kutanggung. Mampukanlah aku untuk selalu hidup bagi-Mu!
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Musa menghadap Allah untuk “mengadakan pendamaian karena dosa [umat Israel]” (Keluaran 32:30) dan memohon agar Allah “mengampuni dosa mereka” (ay. 32). Namun, Allah menegaskan hak-Nya untuk menghukum mereka yang bersalah, dan menghajar bangsa itu dengan wabah (ay. 33-35). Tiga ribu orang yang melakukan dosa besar itu dihukum mati (ay. 21,28). Allah membiarkan Harun hidup karena Musa berdoa baginya (Ulangan 9:20).
Yesus menyerahkan nyawa-Nya sebagai “pendamaian untuk segala dosa kita” (1 Yohanes 2:2) dan berdoa bagi kita (Roma 8:26). Karena itu, ketika kita “mengaku” dosa dan bertobat, Allah “akan mengampuni segala dosa kita” (1 Yohanes 1:9). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar