Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. –Markus 16:6
Baca: Markus 16:1-8
Tagihan listrik rumah Loretta mencapai 100 dolar, jauh lebih tinggi dari biasanya. “Tuhan pasti akan menyediakan uangnya,” ucap Loretta kepada putranya. Lalu, pada hari itu juga, ia menerima pesan singkat dari adiknya: “Kak, kamu selalu mendukungku dan aku ingin berterima kasih. Coba lihat, aku mengirimkan sesuatu kepadamu lewat pos.” Sore itu, Loretta menerima kartu hadiah, persis senilai 100 dolar. Sebagian orang mungkin menyebutnya kebetulan, tetapi bagi Loretta, itu sebuah mukjizat. Ia selalu berharap kepada Allah yang hidup untuk menyediakan kebutuhannya.
Cara pandang Loretta menggemakan pelajaran yang dapat kita terima dari kisah kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah hari Sabat, tiga perempuan membeli rempah-rempah untuk meminyaki tubuh Yesus dalam kubur-Nya. Namun, saat berjalan ke kubur pagi itu, yang mereka harapkan bukanlah mukjizat, melainkan masalah: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” (Mrk. 16:1-3).
Pertanyaan para perempuan itu sarat dengan keraguan yang bercampur rasa ingin tahu, meski mereka—termasuk Maria Magdalena—sudah lama menyertai Yesus dan pernah menyaksikan kuasa-Nya. Pagi itu, semua dari mereka mencari Yesus yang telah mati.
Namun, mereka justru mendengar pernyataan: “Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini” (ay. 6). Pernyataan ini menegaskan apa yang dapat kita harapkan dari Yesus yang hidup: kuasa kebangkitan-Nya yang ajaib. Dia sungguh hidup. Saat kita menghadapi “batu-batu besar” yang ingin kita gulingkan, Dia akan hadir dan menolong kita. Dia tidak lagi ada di kubur. Dia sungguh telah bangkit!
Oleh: Patricia Raybon
Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda menyaksikan Allah bekerja dengan cara yang ajaib? Bagi Anda, apa artinya hidup dalam kuasa kebangkitan Tuhan Yesus?
Tuhan Yesus, Engkau sungguh hidup. Pada-Mu ada kuasa kebangkitan yang kami perlukan!
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Ada tiga wanita yang disebut dalam kisah kebangkitan Yesus menurut Injil Markus: “Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome” (Markus 16:1). Mereka datang membawa rempah-rempah untuk mengurapi tubuh Yesus, sambil bertanya dengan wajar, “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” (ay. 3). Namun, pertanyaan itu tak lagi relevan, karena ternyata batu itu sudah terguling. Markus mencatat bahwa mereka semakin kebingungan dan diliputi ketakutan (ay. 8). Lukas menambahkan, “Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus” (Lukas 24:8). Matius menulis dengan lebih rinci, “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus” (Matius 28:8).
Ketiga kisah ini terasa sahih karena mencerminkan reaksi manusiawi yang wajar ketika dihadapkan pada kebenaran agung bahwa Yesus telah bangkit. Kini, ketika kita menghadapi masalah yang perlu diatasi, kuasa yang menggulingkan batu itu juga tersedia bagi kita. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar