Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku! –1 Korintus 11:25
Baca: 1 Korintus 11:23-26
Ketika lengan saya sempat patah, sahabat saya Rex memberi kejutan dengan mengirimkan sekotak sup beku dan sebuah sendok sayur berbahan perak yang indah. Saya sangat tersentuh dan menyimpan sendok itu hingga kini. Lengan saya sudah sembuh dan Rex telah tiada, tetapi ungkapan kasihnya terus mengingatkan saya akan kasih Allah. Setiap kali menggunakan sendok itu, saya bersyukur atas kasih-Nya yang nyata melalui seorang sahabat.
Yesus juga memberikan tanda nyata dalam bentuk Perjamuan Kudus untuk menolong kita mengingat kasih-Nya yang tiada tara (Luk. 22:19). Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bagaimana Yesus memecah-mecahkan roti sambil berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” (1 Kor. 11:24). Kemudian Kristus “mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!’” (ay. 25). Sebagai orang percaya, setiap kali kita mengambil roti dan cawan, kita diingatkan akan kasih Allah yang melimpah.
Rex menunjukkan kasihnya secara nyata melalui hadiah sendok sayur yang terus mengingatkan saya pada dirinya. Yesus menunjukkan kasih-Nya melalui pemberian terbesar yang mengubahkan hidup: tubuh yang dipersembahkan-Nya di kayu salib demi pengampunan dosa kita. Dia mewariskan praktik Perjamuan Kudus agar kita selalu mengingat kasih-Nya yang tidak pernah berubah.
Oleh: Elisa Morgan
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda memperingati Perjamuan Kudus? Bagaimana peringatan tersebut menjadi lebih bermakna, sembari Anda mengingat kasih Allah atas diri Anda?
Ya Allah, terima kasih atas kasih-Mu yang rela berkorban dan untuk warisan praktik Perjamuan Kudus yang selalu menjadi pengingat nyata akan kasih-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Paulus “dipanggil untuk menjadi rasul Yesus Kristus atas kehendak Allah” (1 Korintus 1:1). Sebagai seorang rasul, ia adalah saksi mata kebangkitan Yesus (lihat Kisah Para Rasul 1:21-22). Namun, bagi Paulus, hal ini terjadi di jalan menuju Damaskus (lihat 9:1-6). Ia tidak hadir pada Perjamuan Terakhir bersama para murid lainnya (lihat Matius 26:20-29; Markus 14:22-25; Lukas 22:14-20), tetapi Kristus mungkin telah menginstruksikan Paulus melalui para murid yang hadir pada kesempatan itu. Pada malam Paskah itu, Yesus “mengambil roti” dan berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diberikan untuk kamu.” Lalu Ia memerintahkan mereka, “Lakukanlah ini untuk mengingat Aku” (Lukas 22:19), sehingga menetapkan Perjamuan Tuhan yang pertama. Kristus menunjukkan kasih-Nya dengan mati di kayu salib. Paulus mengingatkan kita, “Tuhan Yesus, pada malam Ia dikhianati, mengambil roti” (1 Korintus 11:23). Saat kita mengingat tindakan kasih Kristus yang tertinggi dengan mengikuti Perjamuan Kudus, atau Perjamuan Tuhan, kita terinspirasi untuk mengasihi-Nya dan mengasihi sesama. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar