• Anatomi tentang Pengerasan Hati 2026-05-18

    Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu. –Ibrani 3:7-8

    Baca: Ibrani 3:7-15

    Pernahkah Anda memperhatikan jantung Anda sendiri? Baru-baru ini saya melakukannya. Nyeri di dada mendesak saya memeriksakan diri ke dokter, yang kemudian melakukan serangkaian tes. Hasilnya menunjukkan bahwa jantung saya mengalami penumpukan kalsium, lebih banyak dari yang seharusnya. Para dokter menyebutnya aterosklerosis, atau pengerasan pembuluh darah.

    Saya harus melakukan perubahan besar dalam pola makan dan olahraga. Namun, saya juga menyadari bahwa masalah jantung saya tidak muncul mendadak. Itu adalah akibat dari pilihan hidup yang tidak sehat. Seiring waktu, kebiasaan-kebiasaan itu sangat mempengaruhi kesehatan jantung saya.

    Kitab Suci menggunakan gaya bahasa serupa untuk menggambarkan kondisi rohani yang tidak sehat. Hati kita dapat mengeras terhadap Allah sedikit demi sedikit, melalui pilihan-pilihan yang kita ambil dari hari ke hari. Ibrani 3:7-8 (mengutip Mzm. 95:7-8) berkata, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.” Setelah Allah membebaskan umat-Nya dari Mesir, mereka “mencobai [Dia] dengan jalan menguji [Dia]” (ay. 9) selama perjalanan mereka di padang gurun.

    Allah setia memelihara umat-Nya, tetapi mereka menolak untuk mengakuinya (ay. 9-10). Bagaimana dengan kita? Kebiasaan apa saja yang mendorong kita menjauh dari Allah, yang dari hari ke hari membuat kita mengeraskan hati terhadap-Nya? Kita semua pernah membuat pilihan-pilihan seperti itu. Karena itu, saya bersyukur bahwa hari ini, saat ini juga, Allah mengundang kita untuk menukar hati kita yang keras dengan hati baru yang sudah dilembutkan oleh kasih-Nya (lihat Yeh. 36:26).

    Oleh: Adam R. Holz

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana Allah sedang menarik Anda lebih dekat kepada-Nya? Bagaimana Anda dapat belajar mendengarkan suara-Nya?

    Ya Bapa, terkadang hatiku melemah dan lengah. Ampunilah aku, karena berulang kali membuat pilihan yang salah. Tolonglah aku memberi hatiku untuk disucikan dan dilembutkan oleh-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ibrani 3:7-15 mengajak kita merenungkan relevansi istilah “hari ini” (ay. 7,13) dan “perhentian” (ay. 11) yang diteruskan dari sejumlah bagian Perjanjian Lama. Contohnya, “hari ini” di Mazmur 95:7 merujuk pada masa pengembaraan bangsa Israel di padang gurun, ketika mereka mengeraskan hati dan menolak untuk percaya—suatu tema yang dibahas lebih lanjut dalam Ibrani 4. Seluruh generasi Israel tidak mencapai perhentian di tanah perjanjian yang sebenarnya dijanjikan Allah kepada mereka yang mempercayai firman-Nya.

    Penulis Kitab Ibrani membandingkan perhentian itu dengan peristirahatan pada hari ketujuh penciptaan dunia, yang merupakan undangan untuk menikmati perhentian Allah (ay. 4-6). Mempercayai karya Allah sepenuhnya, daripada mengandalkan usaha kita sendiri, adalah “hari perhentian, hari ketujuh” kita yang terbesar (ay. 9).

    Saat ini, marilah kita meminta Allah melembutkan hati kita, agar kita dapat mengalami perhentian yang sejati dalam kasih-Nya. –Tim Laniak

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Anatomi tentang Pengerasan Hati 2026-05-18

Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu. –Ibrani 3:7-8 Baca: Ibrani 3:7-15 Pernahkah Anda memperhatikan jant...

Halaman FB