• Menyaksikan Keagungan Allah 2026-05-15

    Tuhan berselimutkan terang. –Mazmur 104:2

    Baca: Mazmur 104:1-7, 10-16

    Dalam soneta “God’s Grandeur,” penyair abad ke-19 Gerard Manley Hopkins merayakan bagaimana alam ciptaan Allah dipenuhi dengan “keagungan Allah” di mana-mana. Hopkins melukiskan kemuliaan Allah yang menakjubkan, menyala, dan berkilau “bagaikan gemerlap lempengan logam yang memantulkan cahaya.” Namun, jika keindahan Allah begitu nyata, mengapa begitu banyak orang melewatkannya? Hopkins berpendapat bahwa salah satu alasannya adalah karena manusia menutupi segalanya dengan “noda” dan “bau” mereka sendiri, sehingga banyak orang tak sanggup melihat melampaui diri mereka.

    Mazmur 104 juga merayakan keindahan Allah dalam dunia ciptaan-Nya. Dengan gambaran yang hidup, sang pemazmur melukiskan Allah “berpakaian keagungan dan semarak” (ay. 1), menyingkapkan keindahan, kuasa, dan pemeliharaan-Nya melalui angin dan api (ay. 4), guntur dan gelombang laut (ay. 7), air, rumput, dan pepohonan (ay. 10-16).

    Tak terhitung banyaknya anugerah yang menopang tubuh dan jiwa kita (ay. 15), dan semua itu menunjuk kepada “kemuliaan Tuhan” (ay. 31), entah kita sadari atau tidak. Hopkins menyimpulkan bahwa sekalipun manusia sering gagal melihat kemuliaan Allah, tetapi karena kebaikan-Nya, selalu ada “kesegaran terindah jauh dalam lubuk segala sesuatu.” Jika kita mau berhenti sejenak untuk melihat dan mengagumi, ada begitu banyak alasan untuk melihat, mempercayai, dan merayakan keindahan serta kebaikan Allah “selama [kita] hidup” (ay. 33).

    Oleh: Monica La Rose

    Renungkan dan Doakan

    Apa yang bisa menumpulkan kesadaran Anda terhadap kemuliaan Allah? Sebaliknya, apa yang dapat menolong Anda melihat dan mengalami keindahan-Nya?

    Ya Allah, terima kasih untuk banyaknya cara keindahan-Mu memenuhi dunia ini. Tolonglah aku melihat dan merayakan keindahan-Mu serta karya Roh-Mu di sekitar kami.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Ketika Allah selesai menciptakan dunia pada hari keenam, Dia menyatakan bahwa ciptaan-Nya itu “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Daud sang pemazmur menulis, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mazmur 19:2). Ketika kita memandang bintang-bintang di malam hari, kita pun teringat akan Dia (8:2-5; Yesaya 40:26). Ketika kita memperhatikan binatang, burung, dan ikan-ikan (Mazmur 104:24-25), kita melihat karya “tangan Allah” (Ayub 12:9).

    Para teolog menyebut pewahyuan Allah melalui alam sebagai “wahyu umum.” Rasul Paulus menulis, “Apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan” (Roma 1:20). Saat kita menikmati waktu di alam terbuka, kita dapat merespons dengan pujian yang merayakan keindahan, kebaikan, dan kasih Allah kepada kita. –Alyson Kieda

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Menyaksikan Keagungan Allah 2026-05-15

Tuhan berselimutkan terang. –Mazmur 104:2 Baca: Mazmur 104:1-7, 10-16 Dalam soneta “God’s Grandeur,” penyair abad ke-19 Gerard Manley Hopkin...

Halaman FB