• Kenakan Perlengkapan Senjata Allah 2026-05-09

    Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang . . . Daud sendiri tinggal di Yerusalem. –2 Samuel 11:1

    Baca: 2 Samuel 11:1-5

    Nafi dan Kamran pernah terlibat dalam perebutan kekuasaan di negaranya. Setelah bertempur bertahun-tahun, dan pihak mereka akhirnya menang, keduanya diberi pekerjaan sebagai karyawan kantor di ibu kota. Namun, mereka tidak menikmatinya. Sangat sedikit pekerjaan yang bisa dilakukan, sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Nafi berkata bahwa banyak rekannya, “termasuk saya, sudah kecanduan internet, terutama Twitter.” Kamran menambahkan, “Ujian dan tantangan sesungguhnya bukanlah perang, tetapi justru saat ini. Apa yang dulu sederhana sekarang menjadi jauh lebih rumit.” Tentang beragam godaan yang dijumpainya di dunia maya, ia berkata, “Banyak . . . yang terjerumus ke dalam perangkap yang tampaknya manis, tetapi sebenarnya pahit.”

    Kewaspadaan kita cenderung berkurang saat kita berada dalam keadaan yang nyaman, sebagaimana dialami oleh Kamran seusai perang. Kitab Suci mencatat peringatan serupa dalam kisah perzinaan Daud dengan Batsyeba. Semuanya bermula ketika sang raja mengirim pasukannya berperang, tetapi ia sendiri tetap tinggal di ibu kota. Layaknya seseorang yang lengah saat asyik menelusuri internet, Daud “bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana” (2 Sam. 11:2). Ia sedang menjerumuskan dirinya ke dalam bahaya. Lalu, ketika melihat “seorang perempuan sedang mandi,” ia tidak memalingkan pandangannya (ay. 2-3).

    Kita dapat terhindar dari kelengahan dengan mengingat bahwa kita sebenarnya masih berada dalam pertempuran. “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi . . . melawan roh-roh jahat di udara.” Maka, dengan pertolongan Allah, “ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah” dan bersiaplah untuk “mengadakan perlawanan” (Ef. 6:12-13).

    Oleh: Mike Wittmer

    Renungkan dan Doakan

    Pertempuran apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Bagaimana Anda dapat meraih kemenangan? (Baca Efesus 6:10-20)

    Tuhan Yesus, tolonglah aku berperang hari ini, dengan kuasa-Mu dan bersama Roh-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Dalam budaya Timur, baik dahulu maupun sekarang, kehormatan dan rasa malu menjadi nilai yang dijunjung tinggi. Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah Daud berdosa terhadap Batsyeba dalam 2 Samuel 11 menggambarkan “kontes” kehormatan versus rasa malu antara Daud dan Uria, suami Batsyeba yang juga salah satu perwira Daud. Kehormatan menjadi penyebab Uria terang-terangan menolak perintah raja untuk pulang ke rumah dari medan perang (ay. 8), dan memilih tidur di depan pintu istana, disaksikan oleh para hamba Daud (ay. 9).

    Itulah juga alasannya, setelah nama Batsyeba disebut dalam ayat 3, ia masih disebut sebagai “isteri Uria” (12:9,10,15) hingga kematian anak yang dilahirkannya (ay. 24). Akhirnya, teguran Nabi Natan atas Daud (ay. 1-15) membongkar dosa dan rasa malu Daud, sehingga ia bertobat (ay. 13; lihat Mazmur 51).

    Saat ini pun, kita masih berperang melawan dosa. Namun, orang percaya telah diberikan “seluruh perlengkapan senjata Allah” (Efesus 6:11) untuk berperang dalam peperangan rohani. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Kenakan Perlengkapan Senjata Allah 2026-05-09

Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang . . . Daud sendiri tinggal di Yerusalem. –2 Samuel 11:1 Baca: 2 Samuel 1...

Halaman FB