• Bertekun dalam Doa 2026-05-08

    Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! –Roma 12:12

    Baca: Roma 12:9-21

    Setelah nenek buyut Clara meninggal dunia, keluarganya mewarisi daftar nama orang-orang yang beliau doakan dengan tekun, yang panjangnya mencapai tiga meter. Daftar yang diketik beliau terdiri dari nama-nama keluarga besar, para sahabat, orang-orang yang didoakan oleh teman-temannya, hingga nama para penginjil, pendeta, dan lembaga pelayanan yang terkenal. Pada pinggiran kertas itu, ada tulisan tangan berisi nama-nama anggota keluarga baru dan pokok doa khusus. Saya pun terharu ketika melihat nama ibu saya masuk dalam daftar tersebut, yang ditambahkan saat beliau masih kecil.

    Rasul Paulus menulis kepada jemaat mula-mula: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Rm. 12:12). Paulus menasihati orang percaya untuk menunjukkan kasih dalam berbagai tindakan nyata: menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik (ay. 9), mendahulukan penghormatan kepada orang lain (ay. 10), melayani Allah dengan rajin (ay. 11), serta memberi tumpangan kepada yang membutuhkan (ay. 13). Semua perbuatan baik itu tidaklah berarti tanpa kasih Kristus yang bekerja di dalam kita. Di situlah ketekunan doa berperan. Paulus mengajak sahabat-sahabatnya untuk “bergumul bersama-sama dengan[nya] dalam doa kepada Allah untuk[nya]” (Rm. 15:30). Ia minta didoakan agar terlindung dari para penentang dan disambut dengan baik oleh jemaat di Yerusalem (ay. 31-32). Bisa jadi setiap permohonan doa itu juga tercatat dalam daftar doa milik seorang nenek di Roma.

    Doa memampukan kita untuk menjalani hidup yang “[mengalahkan] kejahatan dengan kebaikan” (12:21). Meski hasilnya tidak selalu kita lihat, doa menorehkan jejak ketekunan yang menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

    Oleh: Karen Pimpo

    Renungkan dan Doakan

    Doa apa yang dipanjatkan orang lain bagi Anda? Siapa atau apa yang berada di urutan teratas dalam daftar doa Anda?

    Ya Allah, tolonglah aku untuk bertekun dalam doa.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Roma 12:9-21 menunjukkan bahwa kasih harus menjadi dasar hidup orang percaya. Nasihat-nasihat Paulus dalam bagian Alkitab ini mengingatkan kita pada 1 Korintus 13, ketika ia menekankan pentingnya kasih sebagai inti kehidupan jemaat.

    Dalam Kitab Roma, kita melihat bagaimana kasih dapat mengalahkan kejahatan saat kita hidup mementingkan sesama (ay. 21). Sejalan dengan pengajaran Kristus dalam Khotbah di Bukit (Matius 5–7), Paulus mendorong jemaat Roma untuk hidup dengan rendah hati, lemah lembut, dan setia (ay. 10-16). Bagi mereka, juga bagi kita, hidup dalam kasih tidak hanya mengalahkan kejahatan, tetapi juga memancarkan kebesaran Kristus—yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengasihi mereka yang membenci-Nya.

    Jika kita “[bertekun] dalam doa” (ay. 12), Roh Kudus akan menolong kita untuk mengasihi sesama dan mewariskan teladan kesetiaan. –Jed Ostoich

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Bertekun dalam Doa 2026-05-08

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! –Roma 12:12 Baca: Roma 12:9-21 Setelah nenek buyut Cl...

Halaman FB