• Mengikuti Jalan Allah 2026-04-30

    Beginilah firman Tuhan semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! –Hagai 1:5

    Baca: Hagai 1:1, 5-11

    Selama ini, Ken selalu menghindari para buruh migran yang bekerja di kompleks apartemennya. Kebiasaan dan gaya hidup mereka yang begitu berbeda membuatnya kesal. Namun, suatu hari saat ia berdoa, timbul pikiran yang menusuk hatinya: Mereka sudah menjadi tetanggamu selama bertahun-tahun, tetapi belum pernah sekali pun engkau membagikan Injil kepada mereka. Karena itu, pikirkan baik-baik sikapmu terhadap mereka.

    Kitab Suci mencatat teguran serupa yang Allah sampaikan kepada bangsa Israel: “Pikirkanlah baik-baik” (Hag. 1:7 FAYH). Setelah menjalani pembuangan di Babel, umat Allah kembali ke Yerusalem dengan tugas membangun kembali Bait Suci. Allah telah “menggerakkan hati Koresh, raja Persia” (Ezr. 1:1) untuk memerintahkan pembangunan dan menyediakan dananya (ay. 2-4). Namun, setelah fondasi diletakkan, timbul perlawanan (4:1-5), sehingga proyek tersebut terbengkalai selama 14 tahun.

    Melalui Nabi Hagai, Allah berfirman kepada umat, “Pikirkanlah baik-baik . . . Pertimbangkanlah tindakan-tindakan yang telah kamu ambil . . . rumah-Ku telah menjadi puing-puing dan kamu tidak peduli. Yang kamu perhatikan hanyalah rumah-rumahmu sendiri” (Hag. 1:7,9 FAYH). Maksud Allah, “Pikirkan baik-baik perbuatanmu. Apakah kamu melakukan apa yang Kuinginkan darimu?”

    Allah sempat mendisiplinkan umat-Nya (ay. 5-11), tetapi ketika mereka kembali melanjutkan pembangunan, Dia menguatkan hati mereka: “Aku menyertai kamu! . . . Karena itu, janganlah takut!” (2:5-6 FAYH). Akhirnya, Bait Suci itu pun selesai dalam waktu kurang dari lima tahun.

    Dalam hal apa kita perlu memikirkan baik-baik sikap dan cara hidup kita? Mintalah kepada Allah untuk menunjukkannya kepada kita dan memampukan kita untuk setia mengikuti jalan-Nya.

    Oleh: Karen Huang

    Renungkan dan Doakan

    Dalam hal apa jalan Allah berbeda dengan jalan Anda? Hal apa yang perlu Anda ubah agar dapat sungguh-sungguh menaati-Nya?

    Ya Allah, mampukanlah aku untuk setia mengikuti jalan-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Setelah masa pembuangan di Babel berakhir, bangsa Yahudi kembali ke negeri mereka dengan perintah dari Raja Koresh untuk membangun kembali rumah Allah (Ezra 5:13-14). Namun, di masa Nabi Hagai, sudah 18 tahun berlalu sejak kepulangan mereka, dan pembangunan rumah Allah tetap terbengkalai karena kerohanian umat yang lemah. Inilah tema utama kitab Hagai: kelesuan rohani yang membuat umat Allah tidak antusias bekerja bagi-Nya.

    Mengikuti Allah menuntut hati dan semangat yang tertuju kepada-Nya. Saat ini, Allah juga ingin menunjukkan kepada kita dalam hal apa saja kita perlu menaati-Nya. –Bill Crowder

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Mengikuti Jalan Allah 2026-04-30

Beginilah firman Tuhan semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! –Hagai 1:5 Baca: Hagai 1:1, 5-11 Selama ini, Ken selalu menghindari para buruh...

Halaman FB