• Firman Allah Tetap 2026-05-11

    Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. –Yesaya 40:8

    Baca: Yesaya 40:1-8

    Pada awal tahun 1900-an, seorang pengusaha baja sukses bernama Charles Schwab memutuskan untuk membangun rumah yang bisa dikatakan termewah di kota New York. Kediaman Schwab di Riverside Drive yang selesai dibangun pada tahun 1906 itu terinspirasi dari bangunan kastil Prancis dan membentang sepanjang satu blok, lengkap dengan taman rimbun, aula besar, dan interior yang mewah. Bangunan itu terlihat sangat kontras dengan gedung-gedung apartemen yang menjulang tinggi dan menjadi ciri khas Manhattan di kemudian hari. Namun, setelah Schwab meninggal, rumah megah itu sulit untuk dijual kembali—terlalu besar, terlalu mahal, dan tidak sesuai dengan tren perumahan masa itu. Akhirnya, rumah itu dihancurkan pada tahun 1948. Baik rumah maupun pemiliknya tidak bertahan lama.

    Kita diingatkan bahwa hal-hal duniawi seperti kekayaan, ambisi, dan rumah mewah pasti akan musnah. Nabi Yesaya mengingatkan, “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang” (Yes. 40:6). Ia menujukan perkataannya kepada bangsa yang sedang menanggung hukuman Allah karena ketidakpercayaan mereka. Setelah hukuman itu berlalu, Allah pun menghibur mereka (ay. 1-2). Apa yang dikatakan sang nabi tentang manusia, rumput, dan bunga itu memang benar (ay. 6-7). Namun, bagaimana dengan kebenaran tentang Allah? Itu akan bertahan melampaui segalanya—manusia, rumah, kekayaan, ambisi, dan penghargaan duniawi. “Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (ay. 8).

    Kiranya kita selalu menyadari betapa rapuhnya hidup ini, dan dengan bijaksana mengingat bahwa firman Allah itu kekal selamanya.

    Oleh: John Blase

    Renungkan dan Doakan

    Hal apa saja yang Anda lihat telah sirna dan musnah? Bagaimana sifat kekal Allah dan firman-Nya yang tak pernah berubah itu menguatkan Anda?

    Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. Terpujilah Dia!

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Kata-kata dalam Yesaya 40:6-8 menyadarkan kita pada natur hidup manusia. Tak ada keindahan dalam gambaran “rumput menjadi kering, bunga menjadi layu” (ay. 7-8). Kedua gambaran ini menekankan kesementaraan hidup manusia, yang dikontraskan dengan keabadian “firman Allah kita” (ay. 8).

    Sebelum Rasul Petrus mengutip kata-kata itu untuk mendukung argumennya dalam 1 Petrus 1:24-25, ia menulis, “Kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal” (ay. 23). Pemazmur pun menyatakan hal serupa: “Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga” (Mazmur 119:89). Meski kita terus berhadapan dengan kerapuhan diri, kita dapat tenang karena “firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Yesaya 40:8). –Arthur Jackson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Firman Allah Tetap 2026-05-11

Firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. –Yesaya 40:8 Baca: Yesaya 40:1-8 Pada awal tahun 1900-an, seorang pengusaha baja sukses bernam...

Halaman FB