• Menunggu Panen 2026-05-13

    Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. –Galatia 6:9

    Baca: Galatia 6:7-10

    Pada tahun 1962, Joanne Shetler dan Anne Fetzer menempuh perjalanan yang berat dengan bus dan berjalan kaki menuju daerah pegunungan terjal di Filipina demi memberitakan Injil kepada penduduk yang belum pernah mendengar tentang Tuhan Yesus.

    Selama lima tahun, mereka menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa setempat, tetapi penduduk desa Balangao tidak menerima pesan yang mereka beritakan. Meski demikian, mereka ikut membangun landasan pesawat sederhana supaya pasokan baru bisa diterbangkan masuk ke daerah tersebut. Suatu hari, mendaratlah sebuah pesawat, yang disebut penduduk lokal sebagai “keajaiban dari dunia lain.” Sang pilot kemudian membawa seorang perempuan desa yang hamil dan sakit parah ke suatu klinik yang jauh. Ketika pesawat itu kembali bersama perempuan yang sudah sembuh dan bayinya yang sehat, penduduk desa itu mulai bertanya tentang “Allah” yang pernah mereka dengar. Tidak lama kemudian, desa tersebut memiliki sebuah gereja yang dipenuhi orang-orang yang percaya kepada Kristus.

    Setiap dari kita yang membagikan kabar baik tentang Yesus pernah merasa patah semangat ketika orang-orang tampak tidak mau menerimanya. Rasul Paulus memahami hal ini. Setelah menjelaskan kepada jemaat di Galatia tentang pentingnya menabur dan menuai Injil, ia menyadari bahwa sang penabur bisa menjadi lelah. Karena itu, ia mendorong mereka agar tidak “jemu-jemu berbuat baik” (Gal. 6:9).

    Lima tahun pertama masa pelayanan Joanne dan Anne pasti membuat mereka kecil hati. Namun, mereka setia menabur, dan akhirnya menuai hasilnya. Demikian juga kita: janganlah menjadi “lemah” (ay. 9), karena berita keselamatan pasti akan “menuai hidup yang kekal” (ay. 8).

    Oleh: Dave Branon

    Renungkan dan Doakan

    Mengapa adakalanya Anda menjadi jemu dalam memberitakan Injil? Pengharapan pasti apa yang terus Anda pegang?

    Ya Allah, mampukanlah aku tetap bertahan dan setia menabur, ketika orang-orang yang kukasihi tampaknya tidak tertarik pada Injil.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Dalam Galatia 6:7-10, Paulus menegaskan tema tabur-tuai, yaitu bagaimana setiap pilihan membawa konsekuensi nyata. Hidup yang dipimpin oleh “daging” (kecenderungan manusiawi untuk mengandalkan diri sendiri dan mengejar kepuasan pribadi; lihat 5:16-21) pasti berujung dengan “kebinasaan.” Sebaliknya, hidup yang dipimpin oleh Roh Kristus akan menghasilkan “hidup yang kekal” (6:8) dan “menuai” hasil yang berlimpah (ay. 9).

    Prinsip ini memberi kekuatan dan ketekunan bagi orang percaya, terutama saat mereka berusaha “[melayani] seorang akan yang lain oleh kasih” (5:13). Setiap perbuatan yang dipimpin oleh Roh sangatlah berarti. Terkadang, upaya membagikan Injil dan hidup seperti Kristus bisa terasa melelahkan, dan hasilnya tidak langsung terlihat. Namun, orang percaya dapat meyakini bahwa kesaksian mereka tentang kasih Yesus, lewat perkataan maupun gaya hidup mereka, akan menghasilkan buah yang bersifat kekal. –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Menunggu Panen 2026-05-13

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. –Galatia 6:9 B...

Halaman FB