Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya. –Keluaran 14:13
Baca: Keluaran 14:1-4, 8, 10-14
Hudson Taylor pernah merasa gelisah. Ia sudah meninggalkan Inggris untuk memberitakan Injil di Tiongkok, dan pelayanannya berjalan baik meski penuh tantangan. Namun, pada tahun 1865, ketika ia mempertimbangkan untuk mengutus lebih banyak orang untuk melayani di daerah berbahaya tanpa perlindungan, ia merasakan “konflik batin yang hebat.” Setelah bergumul dalam doa, Taylor menulis, “Tuhan menaklukkan ketidak-percayaanku, dan kuserahkan diriku kepada Allah . . . [dengan menyadari] bahwa semua tanggung jawab . . . serta segala konsekuensi ada dalam tangan-Nya.”
Musa juga menerima panggilan Allah yang membuatnya gelisah. Saat memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Allah berfirman kepadanya: “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut” (Kel. 14:2). Itu artinya mereka akan terperangkap di antara Firaun dan lautan luas! Ketika “Firaun telah dekat” (ay. 10), bangsa Israel yang panik berkata, “Lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini” (ay. 12). Namun, Musa menjawab, “Janganlah takut” (ay. 13). Ia benar. Allah bertindak memberi penyelamatan dan kemenangan ketika bangsa itu bersandar kepada-Nya (ay. 15-31).
Adakalanya kita tidak memahami apa yang Allah kerjakan dalam hidup kita karena kita tidak memiliki sudut pandang-Nya. Di tengah pengalamannya tadi, Hudson Taylor menulis, “Sebagai hamba Allah, [tanggung jawabku] adalah untuk taat dan mengikuti-Nya.” Demikian juga, kita dapat bersandar pada rencana dan sudut pandang Allah.
Oleh: Tom Felten
Renungkan dan Doakan
Mengapa penting untuk berserah pada rencana Allah bagi Anda? Bagaimana Anda dapat bersandar kepada-Nya?
Allah yang penuh kasih, tolonglah aku untuk bersandar penuh pada rencana-Mu yang sempurna atas hidupku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Keluaran 14:1-14 menunjukkan ketegangan antara apa yang tampak bagi kita dan apa yang sesungguhnya Allah kerjakan. Saat orang Israel melepaskan diri dari Firaun, Allah memerintahkan mereka berbalik arah, sehingga mereka seolah terjepit dalam jebakan: berada di antara tentara Firaun dan laut (ay. 2). Namun, itulah rencana Allah untuk memancing dan mengalahkan Firaun, sekali untuk selamanya (ay. 4). Ketika bangsa Israel panik (ay. 10-12), Musa mengingatkan bahwa keselamatan bukan berasal dari kekuatan mereka sendiri, melainkan dari Allah (ay. 13-14). Bahkan ketika kita tidak mengerti rencana-Nya, bagian ini mengajak kita untuk percaya bahwa rencana-Nya selalu baik bagi kita. –Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar