• Terus Maju dengan Iman 2026-03-30

    Marilah kita . . . berlomba dengan tekun. –Ibrani 12:1

    Baca: Ibrani 12:1-3

    Untuk dapat berprofesi sebagai pengacara di California, AS, Maxcy Filer harus lulus ujian tingkat negara bagian yang berlangsung tiga hari berturut-turut. Bukan hanya sekali atau dua kali, Filer harus mengikuti ujian tersebut sebanyak 48 kali sebelum akhirnya berhasil. Ia mempunyai tujuan yang jelas: menjadi pembela hukum bagi kaum kurang mampu dan terpinggirkan di kota Compton yang ia cintai. Selama 25 tahun perjuangan itu—dari ujian pertama sampai lulus—Filer dan istrinya membesarkan tujuh anak, yang semuanya berhasil duduk di perguruan tinggi. Ketika akhirnya Filer disumpah sebagai pengacara, sang hakim berkata, “Tiga kata yang mewakili Maxcy Filer: ketekunan, ketekunan, ketekunan.”

    Kisah Filer mengingatkan saya pada tokoh-tokoh Alkitab yang bertekun dengan setia. Penulis Kitab Ibrani menulis tentang Nuh, yang “karena iman . . . ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya” (11:7). Selain itu ada pula Abraham, Ishak, Yakub (ay. 8-21), Musa (ay. 23-28), dan banyak lagi. Mereka semua menjadi teladan yang mengilhami kita.

    Penulis kitab itu kemudian menasihati orang percaya: “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita” (12:1). Kemudian, “[Marilah kita] berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” (ay. 1). Bagaimana caranya? Dengan “mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (ay. 2). Dengan mengingat pengorbanan Kristus bagi kita, kita tidak akan “menjadi lemah dan putus asa” (ay. 3).

    Tantangan terhadap iman memberi kita kesempatan untuk bertekun di dalam Kristus. Dengan kuasa-Nya, kita dapat melakukannya.

    Oleh: Patricia Raybon

    Renungkan dan Doakan

    Tantangan iman apa yang sedang Anda hadapi? Bagaimana Anda dapat bertekun di dalam Yesus?

    Tuhan Yesus, saat aku bertekun bagi-Mu, berilah aku kekuatan untuk terus maju.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Karena penganiayaan yang berat (baca Ibrani 10:32-39; 13:3), orang percaya berlatar belakang Yahudi didesak untuk meninggalkan iman mereka dan kembali kepada agama Yahudi. Penulis Kitab Ibrani yang anonim ingin menguatkan mereka untuk tetap setia, dengan “mata . . . tertuju pada Yesus, Sang Pencipta dan Penyempurna iman kita” (12:2 AYT). Ia mengingatkan kita pada keunggulan Kristus, yang adalah Allah sekaligus pewahyuan Allah yang terakhir (ps. 1–4). Yesus, melalui karya penebusan-Nya sebagai Imam Besar Agung dan korban sempurna bagi dosa, adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan (pasal 5–10). 

    Penulis juga menyamakan perjalanan iman kita dengan lomba lari jarak jauh. Para saksi iman yang telah menyelesaikan perlombaan mereka (pasal 11) menginspirasi kita untuk bertekun sampai akhir perlombaan kita sendiri, dengan terus memandang kepada Kristus, Pahlawan kita yang telah menanggung penderitaan dan mencapai garis akhir-Nya sendiri (12:1-3). –K.T. Sim 

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Sudut Pandang Allah 2026-03-31

Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya. –Keluaran 14:13 Baca: Keluaran 14:1-4, 8, 10...

Halaman FB