• Nantikanlah Tuhan 2026-08-03

    Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! –Mazmur 27:14

    Kazuto dan istrinya Migiwa menunggu hasil pemeriksaan USG dengan sangat cemas. Migiwa telah mengalami gagal hati selama lebih dari sembilan bulan, dan ia sangat membutuhkan transplantasi hati segera. Kazuto dapat mendonorkan sebagian hatinya untuk sang istri, tetapi dengan satu syarat: kondisi jantung Migiwa harus kuat. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan sedikit perbaikan pada jantungnya. Apakah ada kemajuan untuk kali ini?

    Mereka pun merasa kecewa setelah mendapati bahwa ternyata hasilnya justru yang terburuk. Kazuto menceritakan: “Setelah menghibur istri saya yang terus menangis, saya sendiri juga menangis. Namun . . . seperti dikatakan Henri Nouwen, menanti tidak berarti membuang-buang waktu, karena Allah sedang menyiapkan sesuatu yang indah . . . sembari kita menanti, meski kita tidak dapat melihat apa pun di permukaan.”

    Keyakinan Kazuto kepada Allah sejalan dengan keyakinan Raja Daud, yang menulis: “Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!” (Mzm. 27:14). Karena Allah adalah “terang,” “keselamatan,” dan “benteng hidup” kita (ay. 1), kita dapat mempercayai-Nya untuk menghadirkan pengharapan di tengah kegelapan (ay. 3), menghibur kita dalam masa-masa pencobaan (ay. 13), dan menjaga kita dengan aman “dalam pondok-Nya” (ay. 5).

    Ketika Allah seolah menunda-nunda untuk menjawab doa-doa kita, kita tetap dapat mempercayai penuh sifat-sifat-Nya yang tidak pernah berubah. Saat membawa kepedihan hati kita kepada-Nya, kiranya kita juga menguatkan hati kita sendiri: “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!” (ay. 14). Dia menyertai kita dan selalu bekerja untuk kebaikan kita.

    Oleh: Poh Fang Chia

    Renungkan dan Doakan

    Apa yang sedang Anda nantikan dari Allah? Sifat Allah apa yang dapat Anda andalkan saat Anda menantikan-Nya?

    Bapa terkasih, mampukanlah aku untuk tetap kuat saat aku menantikan-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu...

    WAWASAN

    Doa Daud yang penuh kecemasan dalam paruh kedua Mazmur 27 (ay. 7-12) perlu dibaca bersama dengan pernyataan yang penuh keyakinan di awal mazmur tersebut: “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku” (ay. 1). Pemazmur memilih berfokus kepada Allah, bukan pada kesulitannya. Ia menggambarkan Allah sebagai terang yang menuntunnya dengan aman menuju hadirat dan kebaikan-Nya. Allah juga adalah keselamatannya, yang melepaskannya dari bahaya dan maut. Dia juga bentengnya, tempat yang kokoh dan terlindungi bagi keamanan dan perlindungannya. Karena menyadari siapa Allah itu, Daud bertanya secara retoris, “Terhadap siapakah aku harus gemetar?” (ay. 1). Sang pemazmur tidak takut karena ia tahu Allah tidak akan meninggalkannya. Saat ini, ketika kita menantikan Allah, kita dapat mempercayai-Nya dengan menguatkan dan meneguhkan hati kita (lihat ay. 14). –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Nantikanlah Tuhan 2026-08-03

Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! –Mazmur 27:14 Kazuto dan istrinya Migiwa menunggu hasil pemerik...

Halaman FB