Mereka merindukan sebuah negeri yang lebih baik, yaitu negeri yang di surga. –Ibrani 11:16 (BIMK)
Baca: Ibrani 11:8-16
Perasaan Michele campur aduk ketika merasa sang ayah sudah menjelang ajalnya. Ia sangat sedih mendengar ayahnya berkata, “Sayang, maafkan Ayah tidak akan bisa mengantarmu ke pelaminan.” Namun, ia meyakinkan beliau akan kasihnya, dengan berpegang teguh pada pengharapan yang didapatkannya dari Ibrani 11. Michele berkata, “Ayah, engkau sedang menuju negeri yang lebih baik, negeri di surga.” Ia percaya bahwa ketika ayahnya meninggal, beliau akan bersama dengan Allah selamanya. Ia merenungkan, “Pasti surga itu sangat indah!”
Surat Ibrani ditujukan kepada orang-orang percaya berlatar belakang Yahudi yang berada di bawah penganiayaan pemerintah maupun pihak-pihak yang menentang iman Kristen. Meski surat itu ditulis sebelum kehancuran Bait Suci pada tahun 70 m, jatuhnya kota Yerusalem di tangan bangsa Romawi mungkin terjadi tidak lama setelah itu. Dalam suasana ketakutan, penulis surat ini mendorong umat Tuhan untuk memegang teguh iman mereka dengan menekankan keberadaan “banyak sekali saksi” yang mengelilingi mereka (Ibr. 12:1 BIMK). Setiap dari mereka “tidak menerima hal-hal yang dijanjikan oleh Allah, tetapi hanya melihat dan menyambutnya dari jauh” (11:13 BIMK). Mereka hidup dengan iman, “merindukan sebuah negeri yang lebih baik, yaitu negeri yang di surga.” Allah tidak malu disebut sebagai Allah mereka, dan Dia “sudah menyediakan sebuah kota untuk mereka” (ay. 16 BIMK).
Meski hati Michele dipenuhi kesedihan sepeninggal ayahnya, ia sungguh mengimani janji Bapanya di surga. Kita juga dapat menerima janji-janji yang sama “dari jauh” (ay. 13) dengan beriman penuh kepada Allah.
Oleh: Amy Boucher Pye
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dapat menerima pertolongan Allah dan mempercayai-Nya lebih sungguh hari ini? Bagaimana gambaran tentang surga membentuk harapan, impian, dan tindakan Anda?
Bapa Surgawi, tolonglah aku hidup dengan keyakinan bahwa Engkau dapat dipercaya dan kelak akan menyambutku pulang di rumah-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Ibrani 11 sering disebut sebagai “Galeri Iman” karena setiap nama yang tercantum di dalam pasal tersebut ditampilkan sebagai teladan iman. Hal ini sejalan dengan ayat 6 yang menyatakan, “Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Usaha manusia untuk berbuat baik tidak akan pernah bisa mencapai standar Allah (Efesus 2:8-9), sehingga kita bergantung kepada-Nya melalui iman.
Melalui iman, kita percaya kepada Allah dalam hidup kita saat ini, dan juga kelak kita akan berada dalam hadirat-Nya yang kekal (Yohanes 3:16). –Bill Crowder
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar