• Perkataan yang Memuliakan Allah 2026-07-27

    Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. –Yakobus 1:19

    Baca: Yakobus 1:19-2

    Saat Alex, seorang editor penerbitan, mengecek emailnya, ia sudah siap membaca pesan penuh kemarahan dari seorang penulis. Beberapa bulan terakhir ini, ia bekerja sama dengan seorang pebisnis terkemuka untuk menghasilkan sebuah buku. Namun, tiba-tiba saja, penerbit memutuskan untuk membatalkan penerbitan buku tersebut karena masalah internal. Setelah memberitahukan kabar mengecewakan itu kepada sang penulis, Alex pun menyiapkan diri untuk menghadapi balasan yang kurang bersahabat.

    Seminggu kemudian balasan itu tiba. “Saya tidak langsung membalas pesan Anda karena saya ingin memikirkan dulu kata-kata saya dan bagaimana seharusnya saya merespons,” jawab penulis tersebut. Ia menyampaikan kekecewaannya, lalu dengan tenang mengungkapkan pandangannya tentang apa yang seharusnya dilakukan penerbit dalam menangani masalah tersebut.

    Respons penulis yang tenang dan bijaksana itu sungguh mengesankan saya. Perilakunya mencerminkan apa yang Alkitab katakan tentang cara komunikasi yang sepatutnya kita miliki, terutama ketika sedang marah. Yakobus menasihati kita untuk “mengekang lidah” karena begitu mudah kita jatuh dalam dosa akibat perkataan kita (Yak. 1:26; lihat 3:5-6). Kita harus mendahulukan sikap yang mau mendengarkan orang lain supaya kita dapat memahami mereka, memilih kata-kata yang akan digunakan, dan mempertimbangkan apakah masih perlu untuk marah (1:19).

    Menjaga perkataan tidak hanya akan menghindarkan kita dari dosa dan mengizinkan firman Allah untuk mengubah kita (ay. 21), tetapi juga menolong kita mencerminkan sifat Allah kepada sesama: “penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Mzm. 103:8). Marilah kita menunjukkan Allah kita yang Maha Kasih, lewat ucapan maupun sikap diam kita.

    Oleh: Karen Huang

    Renungkan dan Doakan

    Ketika sedang marah, bagaimana cara Anda menjaga lidah? Bagaimana selama ini perkataan Anda mencerminkan iman Anda?

    Bapa yang bijaksana, mampukanlah aku untuk cepat dalam mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan untuk marah.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Kitab Yakobus membahas sejumlah tema yang diangkat dalam pasal pertama dan kembali diuraikan dalam bagian-bagian berikutnya. Salah satunya adalah tentang lidah, yang diumpamakan oleh Yakobus seperti kemudi kapal, api, kekang kuda, dan racun (3:1-12). Lidah perlu dikendalikan, terutama bagi seorang guru (ay. 1-2). Lidah juga sulit dikendalikan, dan hampir tidak ada orang yang mampu menguasainya (ay. 8). Karena itu, sungguh mengagumkan ketika seseorang dapat “cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (1:19).

    Perkataan yang menghormati Allah bagaikan mata air yang memancarkan pujian, bukan kutukan (3:9-10), dan “mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” (1:20). Kebenaran dalam hidup tersebut akan ditandai dengan hikmat dari surga, yang “pertama-tama murni, . . . pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai” (3:17-18). –Tim Laniak

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Perkataan yang Memuliakan Allah 2026-07-27

Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. –Yakobus 1:19 Baca: Yakobus 1:1...

Halaman FB