• Irama Sukacita 2026-07-22

    Engkau telah mengubah ratapanku menjadi tarian. –Mazmur 30:12 (AYT)

    Baca: Mazmur 30:5-13

    Sebuah penelitian ilmiah berusaha menyelidiki seberapa besar kepekaan musikal manusia yang bersifat kultural dan berapa yang bersifat naluriah. Penelitian itu dilakukan dengan memperdengarkan irama drum pada bayi-bayi yang baru lahir sambil memantau aktivitas gelombang otak mereka. Para peneliti sesekali menghilangkan satu ketukan dari irama tersebut. Secara menakjubkan, mereka menemukan bahwa gelombang otak bayi akan melonjak persis ketika ketukan itu dihilangkan. Ini menunjukkan bahwa sejak kecil, akal mereka sudah bisa mengantisipasi ketukan tersebut dan bereaksi saat itu dihilangkan.

    Penelitian tersebut mengingatkan pada betapa menakjubkannya cara Allah menciptakan kita. Dia bahkan telah merancang kita untuk dapat menerima anugerah musik yang indah dan menanggapinya dengan penuh sukacita. Sebagaimana dikatakan pemazmur Daud dalam Mazmur 30, kita juga dapat merespons anugerah Allah lewat musik kita sendiri, yaitu dengan “[menyanyikan] mazmur bagi Tuhan . . . [dan] nama-Nya yang kudus!” (ay. 4).

    Akan tetapi, rasa sakit, kelelahan, penyesalan, atau dukacita terkadang menyesakkan hati dan mengancam untuk membungkam pujian kita. Di dalam keputusasaannya, bahkan rasa takut akan kematian, Daud memohon kepada Allah untuk membebaskannya. Ia bertanya, “Apakah untungnya kalau darahku tertumpah . . . Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu?” (ay. 10).

    Daud benar-benar mengalami kesetiaan Allah dan sukacitanya dipulihkan kembali, saat Allah mengubah “ratapan[nya] menjadi tarian” dan “mengikat pinggang[nya] dengan sukacita” (ay. 12). Ketika Allah memulihkan hati kita dan memenuhinya dengan irama sukacita yang mengajak kita bersukacita, kita pun dapat bersaksi: “Ya Tuhan, Allahku, aku akan bersyukur kepada-Mu selama-lamanya!” (ay. 13 AYT).

    Oleh: Monica La Rose

    Renungkan dan Doakan

    Bagaimana musik telah menolong Anda mengalami anugerah Allah? Bagaimana Allah telah mengubah ratapan Anda menjadi tarian?

    Allah Maha Pemurah, terima kasih, karena Engkau menghembuskan pengharapan, sukacita, dan pembaruan dalam kehidupanku.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Mazmur 30 adalah pujian yang dinyanyikan Daud karena Allah telah menyelamatkan dan menyembuhkannya (ay. 2-4,10-12). Namun, seperti dijelaskan oleh para penafsir Alkitab Jacobson dan Tanner, mazmur ini bukan sekadar nyanyian yang berisi pujian, melainkan “nyanyian tentang pujian,” yang mengajak pendengarnya untuk “menjalani hidup yang dipenuhi puji-pujian.” Sifat Allah yang penuh belas kasih dan rindu memulihkan menjadi alasan bagi umat-Nya untuk hidup dengan penuh puji-pujian (ay. 5-6).

    Ditinggalkan oleh Allah membuat kita tidak lagi bisa “bersyukur” (ay. 10). Namun, karena Allah mengubah “ratapan [kita] menjadi tarian” (ay. 12 AYT), kita punya alasan untuk “selama-lamanya . . . menyanyikan syukur bagi-[Nya]” (ay. 13). Ketika kita memuji Dia, Allah dapat memenuhi hati kita dengan sukacita dan memberi kita pengharapan bagi masa depan. –Monica La Rose

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Irama Sukacita 2026-07-22

Engkau telah mengubah ratapanku menjadi tarian. –Mazmur 30:12 (AYT) Baca: Mazmur 30:5-13 Sebuah penelitian ilmiah berusaha menyelidiki seber...

Halaman FB