• Berjalan Seperti Yesus 2026-07-21

    Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat-Ku. –Amos 7:8

    Baca: Amos 7:1-9

    Ben sudah biasa membeli perangkat lunak bajakan selama bertahun-tahun, karena harganya lebih murah. Meski itu adalah tindakan ilegal dan melanggar hak cipta, ia tidak merasa salah secara moral. Lagi pula, bukankah semua orang melakukannya juga? Mengapa ia harus membeli perangkat lunak asli yang mahal harganya? Siapa pula yang akan memeriksanya?

    Namun, setelah mendengar pembahasan tentang contoh sehari-hari dari hidup yang mengikuti standar Allah, Ben yang baru percaya kepada Yesus dan rindu bertumbuh mulai bertanya-tanya, Apa artinya melakukan sesuatu dengan benar?

    Ben lalu memutuskan untuk mengganti semua perangkat lunaknya dengan versi asli. Walaupun harganya jauh lebih mahal, tetapi, seperti yang ia jelaskan pada teman-temannya, “Allah tahu, dan Dia memanggil kita untuk melakukan hal yang benar, bukan?”

    Dalam Amos 7, Allah mengingatkan bangsa Israel bahwa standar-Nya tidak memihak, bersifat mutlak, dan berlaku bagi semua orang, termasuk bangsa pilihan-Nya sendiri. Hukum dan standar moral-Nya digambarkan seperti “tali sipat” (ay. 8), yaitu tali yang diberi pemberat di ujungnya dan digunakan tukang bangunan untuk memastikan kekokohan struktur bangunan dengan menunjukkan apakah sebuah tembok benar-benar didirikan tegak lurus.

    Meski penuh belas kasihan, Allah tidak dapat menurunkan standar keadilan-Nya. Itulah sebabnya Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk mati menggantikan kita sebagai tebusan utang dosa kita. Seperti tali sipat, Alkitab menjadi patokan apakah kita sungguh-sungguh berjalan di dalam kehendak-Nya. Dalam anugerah-Nya, Allah menolong setiap orang yang percaya kepada Yesus untuk hidup berkenan di hadapan-Nya dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya, dengan melakukan apa yang benar.

    Oleh: Leslie Koh

    Renungkan dan Doakan

    Aspek apa saja dalam hidup kita yang dapat diukur dengan tali sipat Allah? Seperti apa “hidup benar” itu dalam hidup Anda?

    Ya Bapa, Engkau memanggilku untuk hidup kudus serupa Putra-Mu, Yesus. Ajar dan tolonglah aku untuk menghormati-Mu dalam segala hal, baik besar atau kecil.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Pemahaman kita tentang Alkitab dapat diperkuat dengan memperhatikan bagaimana para penulis menata tulisan mereka. Kita dapat melihat ini dalam Kitab Amos. Dalam pasal 1–6, sang nabi mengawali penyampaian pesannya dengan ungkapan “Beginilah firman TUHAN” (lihat 1:3,6,9,11,13), atau ajakan kepada umat, “dengarlah” apa yang hendak dikatakan Allah (lihat 3:1; 4:1). Namun, mulai pasal 7 jelas terjadi pergeseran: dari “firman” yang diucapkan Allah sendiri kepada penglihatan yang “diperlihatkan” Allah kepada sang nabi (ay. 1). Pola ini berlanjut hingga akhir kitab (lihat 8:1; 9:1).

    Salah satu penglihatan dalam pasal 7 adalah tentang tali sipat, alat yang mengukur apakah sebuah tembok dibangun tegak lurus (ay. 7-8). Tali sipat menjadi lambang standar kebenaran Allah. Ukuran hidup benar bagi orang percaya adalah Kristus sendiri. Rasul Yohanes menulis, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:6). –Arthur Jackson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Berjalan Seperti Yesus 2026-07-21

Sesungguhnya, Aku akan menaruh tali sipat di tengah-tengah umat-Ku. –Amos 7:8 Baca: Amos 7:1-9 Ben sudah biasa membeli perangkat lunak bajak...

Halaman FB