Jawab Gideon kepada-Nya, . . . “Berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.” –Hakim-hakim 6:17
Baca: Hakim-hakim 6:36-40
Jay mempunyai sejilid Alkitab yang diedarkan lembaga pelayanan Gideon, tetapi logikanya sulit menerima mukjizat-mukjizat yang diceritakan di dalam lembaran-lembarannya. Namun, ada satu hal yang mengusiknya, yaitu ketulusan iman yang ia lihat dari seorang temannya. Karena itu, Jay menaikkan doa yang tidak lazim. Ia berkata kepada Allah, “Bila Engkau mau aku percaya kepada-Mu, lakukanlah sesuatu yang tidak dapat kujelaskan dengan logika.”
Suatu hari, Jay tergerak mencari Alkitab miliknya, tetapi tidak ditemukannya. Jay merasa aneh karena ia tidak pernah kehilangan barang sebelumnya.
Di kemudian hari, Jay berangkat untuk mengajar di kampus. Saat itu hujan, dan ketika melangkah keluar dari mobilnya, ia menemukan sejilid Alkitab Gideon tergeletak di atas trotoar yang basah. Aneh sekali, pikirnya. Ketika hendak mengambilnya, ia menyadari bahwa Alkitab itu sepenuhnya kering walaupun cuaca sedang hujan. Sesuatu yang tidak dapat ia jelaskan dengan logika!
Alkitab Gideon dinamai menurut nama pahlawan Israel dalam Perjanjian Lama. Ketika Allah memilih Gideon untuk memimpin Israel berperang menghadapi pasukan yang sangat besar, Gideon sangat ragu. Ia berkata kepada Allah, “Aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, . . . maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku,” (Hak. 6:37). Allah pun menjawab tantangan Gideon sampai dua kali (ay. 39-40).
Doa yang penuh keraguan bukanlah pola yang harus kita ikuti. Meski demikian, doa-doa seperti itu dapat menyingkapkan karakter Allah. Gideon berhasil meraih kemenangan telak dengan pasukan kecilnya (ps.7). Jay akhirnya percaya kepada Yesus, dengan mengakui doanya telah dijawab oleh Allah Maha Kasih yang sanggup melakukan hal-hal yang tak dapat kita jelaskan.
Oleh: Tim Gustafson
Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda mengalami sesuatu yang rasanya tidak dapat dijelaskan dengan logika? Bagaimana pengalaman itu menolong Anda melihat bahwa itu adalah karya Allah?
Terima kasih, ya Bapa, karena Engkau mendengarkan doa-doaku yang jujur dan menjumpaiku apa adanya.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Kisah hidup Gideon menunjukkan bagaimana kuasa Allah bekerja di tengah kelemahan manusia. Meski Gideon ragu apakah Allah dapat memakainya (Hakim-Hakim 6:11-18), Allah memberinya tugas sekaligus sumber daya manusia serta ilahi untuk menuntaskannya. Ketika Gideon menyoroti kenyataan bahwa keluarganya kecil dan lemah (ay. 15), Allah menjawab, “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis” (ay. 16). Allah juga memastikan bahwa hanya Dia yang layak dipuji atas kemenangan umat-Nya, dengan cara mengurangi jumlah tentara Gideon dari sekitar 30.000 hingga menjadi 300 orang saja.
Ketika Gideon membawa pasukannya “turun minum air”, Allah memerintahkannya untuk memisahkan mereka “yang menghirup air dengan lidahnya” dari “semua orang yang berlutut untuk minum” (7:5). Dengan “ketiga ratus orang yang menghirup” (ay. 7), Gideon mengalahkan orang Midian. Saat ini pun, Allah melihat kita dan bekerja di dalam hidup kita melalui cara-cara yang tidak selalu kita pahami. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar