Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. –Yohanes 3:16
Baca: Yohanes 3:16-21
Daniel lahir dalam panti asuhan di Romania. Selama tujuh tahun, ia meninggalkan tempat tidurnya hanya untuk pergi ke kamar mandi. Ketika ia berumur delapan tahun, sebuah keluarga dari luar negeri mengadopsinya. Mereka tahu soal gangguan kelekatan—bagaimana Daniel mungkin akan mengalami kesulitan untuk melekat kepada mereka sebagai orang tuanya. Perlahan, kepercayaan Daniel kepada mereka mulai terbangun. Namun, seiring waktu, Daniel mulai sering melampiaskan amarahnya, sampai-sampai orang tuanya perlu menyewa pengawal untuk melindungi mereka dari ledakan amarahnya. Mereka lalu mencoba terapi yang kontroversial: selama lima tahun ke depan, mereka tidak akan pernah berada jauh dari Daniel, bahkan ketika ia sedang marah. Pada ulang tahunnya yang ke-13, Daniel menangis tersedu-sedu, dan untuk pertama kalinya mengatakan bahwa ia sangat menyayangi mereka. Ibunya menyimpulkan pengalaman tersebut: “Mengasihi bukanlah untuk mereka yang lembut dan sentimental. Kasih sayang adalah medan peperangan.”
Kita semua dilahirkan dengan kesadaran bahwa ada sesuatu atau seseorang yang hilang. Seperti Daniel, kita memiliki gangguan kelekatan dengan Allah. Namun, “begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” sehingga Dia mengambil langkah yang hebat—“mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yoh. 3:16), dengan menjumpai kita di dalam medan peperangan dunia lewat peristiwa yang disebut inkarnasi. “Terang telah datang ke dalam dunia” (ay. 19).
Allah bertindak dengan hebat untuk menunjukkan kasih-Nya yang besar bagi dunia, dan bagi Anda. Hati-Nya yang teguh sebagai Bapa sangat rindu mendengar kita mengucapkan kata-kata ini kepada-Nya, “Aku sungguh mengasihi-Mu.”
Oleh: John Blase
Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda merasa ada sesuatu atau seseorang yang hilang? Bagaimana Anda dapat merespons kasih Allah yang hebat kepada Anda?
Bapa Surgawi, aku sangat mengasihi-Mu. Terima kasih, karena Engkau terlebih dahulu mengasihiku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Banyak orang mengenal baik Yohanes 3:16, yang menjelaskan besarnya kasih Allah kepada dunia: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Namun, ayat ini sering disalahpahami. Sebagian orang menganggap kasih Allah begitu besar sehingga tidak seorang pun akan “binasa.” Padahal, bagian terpentingnya adalah frasa “setiap orang yang percaya kepada [Yesus].” Yohanes juga menulis, “Barangsiapa tidak percaya [kepada Yesus], ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (ay. 18).
Injil Yohanes dimulai dengan ia memperkenalkan Kristus sebagai terang dunia (1:4-9). Yesus sendiri berkata, “Terang telah datang ke dalam dunia,” tetapi manusia menolak terang “sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat” (3:19). Allah memang adalah kasih, tetapi kita perlu menanggapi kasih-Nya dengan percaya kepada Anak-Nya, Yesus, Sang Terang dunia. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar