Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. –Matius 26:28
Baca: Matius 26:20-30
Selama berabad-abad, orang-orang tertarik pada Cawan Suci, yaitu cawan yang dipercaya digunakan Yesus dalam peristiwa Perjamuan Terakhir. Kisah-kisah legenda seputar Raja Arthur dan para kesatria Meja Bundar menjabarkan obsesi mereka untuk mencari cawan itu. Mereka meyakini cawan itu memiliki daya magis. Di film layar lebar, Indiana Jones dan ayahnya, Henry, berusaha mewujudkan obsesi Henry yang mencari cawan itu seumur hidupnya.
Meski hal ini menjadi kisah yang menarik untuk diceritakan, kebenarannya jauh lebih sederhana. Cawan itu sendiri tidak memiliki daya magis. Kekuatan yang sesungguhnya terdapat dalam apa yang dilambangkan oleh cawan itu. Matius menggambarkan adegan di ruang atas pada malam sebelum Yesus disalib: “Sesudah itu [Yesus] mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: ‘Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa’” (26:27-28). Cawan itu adalah gambaran darah Yesus yang akan dicurahkan-Nya bagi kita.
Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus sebagai “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Ibrani 9:22 menyatakan, “Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Kemudian, Paulus menuliskan bahwa Kristus sendiri adalah “anak domba Paskah kita” (1 Kor. 5:7). Yesus telah membayar lunas utang dosa kita. Betapa kita bersyukur atas tercurahnya darah Juruselamat kita, Yesus, Sang Anak Domba!
Oleh: Bill Crowder
Renungkan dan Doakan
Bagi Anda, apa artinya merayakan Perjamuan Kudus? Bagaimana cara Anda mengungkapkan rasa syukur atas pengorbanan Yesus bagi diri Anda?
Bapa yang penuh kasih, tanpa Engkau, aku akan terhilang selamanya. Terima kasih, karena Engkau mengaruniakan Putra-Mu yang tunggal, yang rela mati disalib menggantikanku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Yesus memerintahkan orang percaya untuk mengingat kematian-Nya, yang telah menjamin tersedianya pengampunan bagi semua orang (Matius 26:26-30; 1 Korintus 11:23-26). Dalam memperingati Perjamuan Kudus, orang percaya menyantap roti dan anggur sebagai lambang yang tampak nyata dari kematian-Nya.
Dalam 1 Korintus 11:24-25, Paulus menasihati orang percaya tentang cara yang benar untuk melaksanakan Perjamuan Kudus. Tindakan jemaat di Korintus sudah bertentangan dengan maksud Yesus. Bahkan, ada laporan tentang “perpecahan di antara” mereka (ay. 18). Mereka bersikap egois dan hanya memuaskan diri sendiri (ay. 19-22). Sang rasul menekankan pentingnya cara kita melakukan peringatan tersebut (ay. 23-34). Saat ini, ketika kita merayakan Perjamuan Kudus, marilah kita bersyukur atas pengorbanan Kristus bagi kita. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar