• Cara Kerja Hikmat 2026-07-07

    Mereka merasa kagum dan hormat kepada Salomo. Sebab, nyatalah bahwa Allah telah memberikan kepadanya hikmat untuk berlaku adil. –1 Raja-Raja 3:28 (BIMK)

    Baca: 1 Raja-raja 3:16-21,24-28

    Ketika masih kecil, saya membawa pulang rapor dengan semua nilainya ditandai “S” (Satisfactory/memuaskan). Kakak perempuan saya, yang lima tahun lebih tua, mendapat nilai A dan B. Saya pikir rapor kami membuktikan bahwa saya lebih pintar, karena mengira nilai yang saya dapatkan setara dengan nilai A sempurna. Untuk mengetahui kebenarannya, abang saya menguji kami. Ia mengambil sejilid buku dari rak orangtua kami, lalu meminta saya membaca sebuah bagian. Saya kesulitan dan hanya mengenali beberapa kata. Sebaliknya, kakak saya membaca bagian itu tanpa masalah. Akhirnya, abang saya membuktikan bahwa kakak perempuan saya itulah yang lebih pintar.

    Saya pun mendapat pelajaran penting: ujian itu memang bijaksana.

    Orang Israel mendapat pelajaran tentang kebijaksanaan dari Raja Salomo. Dua perempuan baru melahirkan anak. Namun, salah satu bayi meninggal karena sang ibu “tanpa sengaja menindih bayinya” (1 Raj. 3:19 BIMK). Ibu ini kemudian berusaha mengakui bayi yang masih hidup sebagai anaknya. Kedua perempuan itu akhirnya pergi ke hadapan Raja Salomo untuk bertanya siapa yang berhak memiliki bayi itu. Ketika mendengar pengaduan itu, raja memerintahkan agar bayi yang hidup itu dipotong menjadi dua agar masing-masing perempuan itu dapat memiliki setengah dari bayi tersebut (ay. 25).

    Perempuan yang bukan ibunya menyetujui perintah tersebut, tetapi ibu yang sebenarnya berkata, “Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia” (ay. 26). Ketika perempuan itu angkat bicara demi menyelamatkan anaknya, Salomo pun memutuskan bahwa itulah ibu yang benar, dan memerintahkan agar si bayi dikembalikan kepadanya (ay. 27). Di sini terlihat jelas hikmat Salomo yang berasal dari Allah.

    Dengan pertolongan Allah, kiranya tindakan kita dapat menunjukkan kepada orang lain hikmat sejati yang datang dari-Nya (lihat Ams. 2:6).

    Oleh: Katara Patton

    Renungkan dan Doakan

    Apa keputusan Anda yang membutuhkan hikmat hari ini? Bagaimana Anda dapat menemukan hikmat?

    Allah Maha Bijaksana, karuniakanlah aku hikmat yang kuperlukan untuk tahu jalan mana yang harus kutempuh dalam hidup ini.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Di awal pemerintahan Raja Salomo, “TUHAN menampakkan diri kepada[nya] dalam mimpi pada waktu malam” dan berfirman, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” (1 Raja-Raja 3:5). Salomo lalu meminta “hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat [Allah]” (ay. 9). Allah mengabulkan permintaannya (3:10-14; 4:29-34), dan Salomo pun awalnya memerintah dengan bijaksana (3:28). Namun, kehidupan pribadinya menjadi kacau karena kegemarannya menikahi perempuan dari bangsa-bangsa yang menyembah allah lain (11:2). Ia “mencintai banyak perempuan asing” (ay. 1), dan “pada waktu [ia] sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain” (ay. 4).

    Meski Allah telah memberinya hikmat, akhirnya Salomo mengabaikan pemberian itu. Saat ini, marilah kita memohon kepada Allah untuk menuntun langkah kita dan menolong kita menjalani hidup dalam hikmat-Nya. –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Cara Kerja Hikmat 2026-07-07

Mereka merasa kagum dan hormat kepada Salomo. Sebab, nyatalah bahwa Allah telah memberikan kepadanya hikmat untuk berlaku adil. –1 Raja-Raja...

Halaman FB