• Mendoakan pertumbuhan 2026-07-01

    Yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. –1 Korintus 3:7

    Baca: 1 Korintus 3:1-9

    Setelah Lam Wai Chan pindah dari tempat kelahirannya di Singapura untuk menggembalakan sebuah gereja di Jepang, ia sempat terkejut. Jumlah jemaatnya tidak sampai 20 orang. Di dalam negara yang terkenal sebagai “kuburan bagi pelayanan misi,” dengan hanya sekitar satu persen penduduknya yang beragama Kristen dan banyak gereja yang kosong, Lam merasa “seperti mengambil alih kemudi kapal yang hampir tenggelam.” Saat berseru kepada Allah, ia merasa menerima jawaban: Persembahkan kembali gerejamu kepada-Ku.

    Alih-alih memperbarui ibadah atau musik gerejanya agar lebih menarik, Lam meminta jemaatnya untuk berdoa—bagi kebutuhan mereka, anggota keluarga, dan teman-teman mereka yang belum mengenal Yesus. Perlahan-lahan, anggota jemaatnya bertambah dua kali lipat.

    Ketekunan doa mereka adalah contoh nyata yang alkitabiah untuk membangun komunitas di dalam Yesus. Pertama-tama, berdoalah. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga,” tulis Paulus, “tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Flp. 4:6). Demikianlah kita mempersembahkan pelayanan, jemaat, dan program gereja kita kembali kepada Allah. Kita dapat menanam benih dan menyiraminya, tetapi seperti dikatakan sang rasul, “Yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan” (1 Kor. 3:7). Ia meminta orang-orang percaya di Korintus untuk berhenti berselisih paham tentang pemimpin jemaat mana yang harus mereka ikuti (ay. 3-6).

    Paulus berkata, “Tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (ay. 11). Marilah kita mempersembahkan kembali gereja kita kepada Kristus dalam doa. Kemudian, nantikan dan lihatlah pertumbuhannya.

    Oleh: Patricia Raybon

    Renungkan dan Doakan

    Tantangan apa yang menguji upaya Anda untuk membangun komunitas di dalam Kristus? Bagaimana Anda dapat mempersembahkan kembali upaya Anda itu kepada Allah?

    Ya Allah, pakailah ketekunanku untuk membangun komunitas-Mu.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Jemaat Korintus diusik oleh sikap partisan yang berpotensi memecah belah mereka. Setiap kelompok meninggikan pengajar favorit mereka masing-masing (1 Korintus 1:10-17). Paulus mengingatkan bahwa para pemimpin, termasuk dirinya, hanyalah hamba-hamba Allah yang ditugaskan-Nya secara khusus untuk membangun jemaat (3:5). Ia menegaskan bahwa Allah saja yang menumbuhkan jemaat (ay. 6-7). Tugas apa pun yang diberikan Allah tidak lebih penting daripada “Allah yang memberi pertumbuhan” (ay. 7).

    Mereka yang dipercaya membangun umat Allah adalah “hamba-hamba Kristus,” dan setiap hamba harus “dapat dipercayai” (4:1-2). Sebagai “kawan sekerja Allah” (3:9), kita akan dimampukan Allah untuk setia membangun satu sama lain. Saat kita bertekun di dalam doa, Dia akan menumbuhkan jemaat-Nya dan memberi upah kepada hamba-hamba-Nya yang setia “menurut jerih payahnya” (ay. 8 BIMK). –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Mendoakan pertumbuhan 2026-07-01

Yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. –1 Korintus 3:7 Baca: 1 Korintus 3:1-9 Sete...

Halaman FB