Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. –Mazmur 119:103
Baca: Mazmur 119:97-104
Jika Anda ingin membuat Jarrett tersenyum, tanyakanlah padanya mengenai lebah-lebah yang ia pelihara. Ia adalah seorang apiarist (peternak lebah). Meski pertemuan kami di kebun belakangnya bukan tentang lebah, tidak jarang topik pemeliharaan lebah menjadi bagian seru dalam percakapan kami. Namun, yang lebih baik daripada obrolan tentang lebah adalah rasa manis alami dari madu segar berwarna keemasan yang dihasilkan oleh lebah-lebah Jarrett yang rajin bekerja. Madu yang benar-benar nikmat!
Di Mazmur 119:103, pemazmur berseru, “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku!” Penelusuran lebih jauh dari ayat 97-104 menunjukkan bahwa perbandingan “lebih manis daripada madu” ini hanyalah salah satu dari beberapa ungkapan yang dipakai penulis untuk menekankan nilai utama dari Kitab Suci: “Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu” (ay. 98-100). Intinya, dengan berpegang sepenuh hati pada apa yang Allah nyatakan melalui firman-Nya di dalam Alkitab, kita diperlengkapi untuk hidup benar di tengah dunia ini.
Demikian pula, ketika Yesus, Firman yang hidup (lihat Yoh. 1:1-14), sungguh-sungguh dikenali dan dihargai, para pengikut-Nya akan dimampukan oleh Roh Kudus untuk menjalani hidup yang memuliakan Allah dan menggenapi rencana-rencana-Nya.
Oleh: Arthur Jackson
Renungkan dan Doakan
Apa yang dapat Anda lakukan untuk lebih menikmati firman Tuhan dalam Alkitab? Pengalaman apa yang terasa sangat manis dalam perjalanan iman Anda bersama Yesus?
Tuhan Yesus, aku telah mengecap dan melihat bahwa Engkau dan firman-Mu baik. Tolonglah aku untuk terus bertumbuh dalam kasih dan kedekatan dengan-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Mazmur 119 merupakan puji-pujian atas tak ternilainya firman Tuhan. Dalam mazmur ini, kita berjalan bersama seseorang yang pikirannya dipenuhi oleh firman Allah. Keindahan Mazmur 119 terlihat dalam susunannya: Penulis memulai setiap bagian dengan 22 huruf Ibrani secara berurutan—dari aleph hingga taw— dan mengekspresikan dirinya kepada Allah.
Pada saat yang sama, mazmur ini memberi arahan kepada umat. Pemazmur menyampaikan sukacitanya di ayat 97, yang merangkum seluruh perasaannya, “Betapa kucintai Taurat-Mu!” Mazmur ini menekankan sejumlah keuntungan dari interaksi kita dengan Alkitab, “Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku . . . Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu" (ay. 98-100). Kitab Suci tidak saja indah, tetapi juga menguatkan dan memperkaya hidup kita, serta menolong kita menghormati Allah. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar