Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku. –Yehezkiel 34:15
Baca: Yehezkiel 34:1-2,11-16
“Ada anak rusa tersangkut di pagar kita!” seru Heather memanggil suaminya, Tim. Dengan hati-hati, Tim melepaskan anak rusa itu, tetapi induk rusanya tidak terlihat di sana.
Sore itu, Tim melihat sekawanan rusa keluar dari dalam hutan dan merumput di dekatnya. Seekor induk rusa terlihat gelisah. Sambil bertanya-tanya apakah itu induk dari anak rusa yang ditolongnya, Tim mencari rekaman suara tangis anak rusa itu di ponselnya dan memutarnya keras-keras melalui pengeras suara. Induk rusa itu mulai mengikutinya, dan Tim menuntunnya ke tempat anak rusa tadi bersembunyi. Begitu melihat induknya, anak rusa itu segera menyusu padanya; kelepasan pun terjadi, dengan sang induk dan anaknya bersatu kembali. Itu semua berkat kelembutan yang Tim tunjukkan.
Allah sungguh-sungguh mempedulikan umat-Nya dan memberikan kelepasan yang kita perlukan. Karena tidak kunjung bertobat dari dosa, bangsa Israel terjerumus dalam pembuangan di Babel. Namun, Allah berjanji, “Sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya” (Yeh. 34:11). Karena para pemimpin Israel telah membiarkan mereka “tercerai dari kawanan dombanya” (ay. 12), Allah pun berkata, “Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang” (ay. 16)
Orang percaya dapat melihat besarnya kepedulian Allah melalui tindakan-Nya yang mencari dan menyelamatkan kita. “Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya,” kata Yesus (Yoh. 10:11). Ketika kita tersesat dan terbelenggu dosa, Dia memutuskan untuk menyelamatkan kita dengan membayar harga yang mahal. Sungguh keselamatan yang tak ternilai! Marilah kita bersyukur untuk Sang Gembala Baik yang telah melepaskan kita.
Oleh: James Banks
Renungkan dan Doakan
Bagi Anda, apa makna hati Allah sebagai gembala? Bagaimana Anda akan bersyukur kepada-Nya atas pemeliharaan-Nya hari ini?
Gembala yang Baik, terima kasih, karena Engkau mengasihiku dan membebaskanku dari dosa.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Seperti Nabi Yehezkiel, Yesaya juga menggambarkan Allah sebagai gembala: “Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya” (Yesaya 40:11). Dalam diri Yesus, Allah hadir dalam rupa manusia, sebagai gembala sekaligus domba. Dialah “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29) dan “gembala yang baik” (10:14) yang menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Wahyu 7:17 dengan indah melukiskan Yesus sebagai Anak Domba sekaligus Gembala: “Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.”
Kini, Yesus, Gembala Agung kita, memberikan keselamatan dan air hidup yang akan bertahan untuk selamanya. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar