Mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” –1 Korintus 12:21
Baca: 1 Korintus 12:12-14,18,21-27
Seorang atlet terkenal duduk dengan percaya diri di kursi pesawatnya, bersiap untuk terbang ke pertandingan yang ia yakin akan dimenangkannya. Seorang pramugari lewat dan berkata, “Tuan, tolong kencangkan sabuk pengaman Anda.” Pria itu tersenyum. “Superman tidak butuh sabuk pengaman.” Dengan lugas, sang pramugari menjawab, “Superman juga tidak butuh pesawat. Jadi, silakan kencangkan sabuk pengamannya.” Sang atlet pun melakukannya.
Kesuksesan dapat membuat kita besar kepala. Kita merasa tidak butuh sabuk pengaman atau diperintah oleh awak kabin. Kita yakin bisa mengurus diri kita sendiri. Jika kita membawa sikap ini ke gereja, kita bagaikan mata yang berkata kepada tangan, “Aku tidak membutuhkan engkau” atau kepala yang berkata kepada kaki, “Aku tidak membutuhkan engkau” (1 Kor. 12:21). Kenyataannya, kita perlu setiap anggota tubuh, dan “justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan” (ay. 22).
Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah Tritunggal: Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang saling bekerja sama dalam persekutuan penuh kasih. Allah yang berada dalam relasi yang sempurna pada diri-Nya sendiri menciptakan kita untuk berada dalam relasi dengan sesama, baik di kehidupan sehari-hari maupun di gereja. Kita diciptakan berbeda-beda satu dengan yang lain, dan itu baik adanya. “Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran?” (ay. 17). Walaupun berbeda-beda, setiap dari kita “sangat penting” (ay. 22 TSI). Siapakah yang melayani Anda dalam gereja lokal Anda? Katakanlah kepada mereka bahwa Anda menyadari dan menghargai kehadiran mereka, serta ucapkan terima kasih atas pelayanan mereka. Mintalah kepada Allah untuk menunjukkan di mana Anda sendiri dapat melayani saudara-saudari seiman lainnya.
Oleh: Mike Wittmer
Renungkan dan Doakan
Mengapa Allah menciptakan kita dengan kebutuhan akan orang lain? Kepada siapa Anda dapat berterima kasih atas pelayanan yang mereka berikan kepada Anda?
Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk melayani sesamaku, di mana saja Engkau menempatkanku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Paulus menggunakan banyak metafora untuk menggambarkan jemaat—sebagai kawan sewarga, anggota keluarga, rumah Allah, bait Allah, tempat kediaman, ladang, kawanan domba, dan pengantin perempuan. Namun, metafora tentang “tubuh” paling sering digunakannya (Roma 12:4-5; 1 Korintus 10:16-17; 12:12-27; Efesus 1:22-23; 4:4-16; 5:23,30; Kolose 1:18,24; 3:15).
Sebagian orang percaya di Korintus meninggikan karunia yang menonjol (contohnya, berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti) lebih daripada karunia lainnya, bahkan merendahkan karunia yang dianggap kurang spektakuler. Sang rasul menegur pandangan yang salah ini dengan menggunakan metafora tubuh untuk mengajarkan kesatuan umat Allah. Seperti tubuh manusia yang memiliki banyak bagian (1 Korintus 12:14,20), gereja mempunyai banyak anggota; tetapi semua anggota itu dibutuhkan agar tubuh Kristus menjadi lengkap dan berfungsi dengan baik serta efektif (ay. 24-26). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar