Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom. –Yesaya 1:9
Baca: Roma 9:22-29
Charles Joughin telah menjadi pelaut sejak usia 11 tahun. Ia bekerja sebagai juru roti di berbagai kapal, dan pada tahun 1912, ia bertugas di sebuah kapal pesiar yang berangkat dari Southampton, Inggris—Titanic. Di tengah pelayaran melintasi Samudra Atlantik Utara, kapal itu menabrak gunung es. Saat Titanic mulai tenggelam, Joughin membantu banyak penumpang untuk menyelamatkan diri dengan sekoci. Ia sendiri berdiri di ujung kapal ketika Titanic tenggelam tegak lurus ke dasar laut. Yang luar biasa, ia berhasil selamat.
Tiga puluh tahun kemudian, di masa Perang Dunia II, Charles bertugas di atas kapal lain, RMS Oregon. Kapal itu ditabrak oleh kapal lain dan tenggelam. Luar biasanya, Joughin kembali selamat.
Kitab Suci mengingatkan bahwa kita semua, secara rohani, berada di atas kapal yang sedang tenggelam. Paulus menulis, “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm. 3:23). Ia mengutip Nabi Yesaya yang berbicara tentang pemberontakan bangsa Israel: “Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom” (Yes. 1:9). Paulus menyebut tentang “sisa” umat Israel, yakni sekumpulan orang yang akhirnya diselamatkan (Rm. 9:27). Bagaimana mereka diselamatkan? Dengan menerima kabar baik (Rm. 10:16). Kita semua, seperti Israel, sedang tenggelam dalam dosa. Tidak ada yang dapat diselamatkan kecuali mereka yang menerima kabar baik itu, dan “sekoci” keselamatan yang Allah kirimkan kepada kita semua adalah Yesus Kristus.
Bagi kita yang telah percaya kepada-Nya, ingatlah kebenaran agung ini: kita diselamatkan oleh belas kasihan Allah. Namun, mereka yang belum berjumpa dengan Yesus di tengah gelombang kehidupan, masih ada pertolongan—jika mereka bersedia naik ke dalam sekoci keselamatan-Nya.
Oleh: Kenneth Petersen
Renungkan dan Doakan
Pernahkah Anda merasa seperti sedang ditenggelamkan oleh gelombang kehidupan? Bagaimana Anda menerima tawaran Allah untuk menaiki sekoci keselamatan-Nya?
Ya Allah, terima kasih untuk belas kasihan dan karya penyelamatan-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Dalam Roma 9:22-29, Paulus menjabarkan kedalaman kasih Allah yang dibandingkan dengan kedaulatan-Nya. Meski Allah sungguh berhak untuk menunjukkan murka dan kuasa-Nya, Dia memilih untuk sangat bersabar, bahkan kepada mereka yang melawan-Nya. Kesabaran inilah yang membuahkan belas kasihan, karena Allah memanggil baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi demi menciptakan umat milik-Nya yang baru. Sang rasul mengutip Hosea untuk menegaskan kasih karunia Allah yang membawa keselamatan, yang jauh melebihi ekspektasi manusia: Mereka yang dahulu “bukan umat-Ku" sekarang menjadi anak-anak Allah yang terkasih (Roma 9:25; Hosea 2:22).
Keselamatan tidak diperoleh sebagai jasa, melainkan diberikan cuma-cuma, dan kasih Allah tak dibatasi oleh keturunan atau status. Kita semua tenggelam dalam dosa, tetapi Allah memberikan keselamatan melalui Yesus kepada siapa saja yang percaya (Roma 10:13). –J.R. Hudberg
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar