Ajaklah ke mari siapa saja yang kaujumpai, supaya rumah ini penuh. –Lukas 14:23 (FAYH)
Baca: Lukas 14:15-24
Menjelang pernikahan sahabat dekat saya, kami dengan teliti menata meja untuk 200 tamu undangan yang akan menghadiri resepsi. Dalam penantian yang penuh sukacita, kami menghabiskan waktu berjam-jam melipat serbet, menyusun alat makan, merapikan taplak meja, dan menata bunga. Setelah semua kerja keras itu selesai, kami tidak sabar menanti para tamu untuk datang dan menikmatinya! Namun, ketika ternyata ada banyak kursi yang kosong, kami pun merasa sangat kecewa.
Yesus membagikan kisah serupa kepada sejumlah orang Farisi saat mereka makan bersama (Luk. 14:15-20). Dia bercerita tentang seorang pria yang dengan penuh kasih merencanakan perjamuan besar bagi banyak orang, tetapi hanya sedikit orang yang datang dan yang lainnya memberi alasan yang dibuat-buat. Pria itu marah atas penolakan mereka. Ia lalu membuka undangan bagi orang-orang tersisih dalam masyarakat, yaitu “pengemis-pengemis, orang-orang yang timpang, yang lumpuh, dan yang buta” (ay. 21 FAYH). Ketika ternyata masih ada tempat, para hambanya pergi lebih jauh lagi untuk “[mengajak] siapa saja yang [mereka] jumpai” (ay. 23 FAYH).
Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa banyak dari umat pilihan Allah yang menolak Yesus sebagai Mesias dan undangan-Nya untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya (Yoh. 1:11). Meski ada penolakan itu, Allah melanjutkan rencana-Nya menyelamatkan dunia dengan membuka undangan-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu orang-orang di luar keturunan Yahudi. Semua orang yang menerima Yesus dengan iman disambut ke dalam pesta perjamuan Kerajaan Allah, terlepas apakah dunia menganggap mereka layak atau tidak. Undangan itu masih terbuka hingga hari ini.
Oleh: Karen Pimpo
Renungkan dan Doakan
Menurut Anda, seperti apakah daftar tamu dalam pesta perjamuan Kerajaan Allah? Bagaimana kita dapat menyebarkan Kabar Baik tentang undangan Allah ini?
Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau telah membuka jalan bagiku untuk dapat menjalin hubungan pribadi dengan-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Pada abad pertama, undangan pesta berperan penting dalam membangun dan meningkatkan status sosial. Undangan biasanya diberikan kepada orang-orang dengan kedudukan sosial yang sama atau sedikit lebih rendah. Seseorang yang ditolak oleh sejawatnya (Lukas 14:17-18) akan merasa dipermalukan, tetapi menanggapi penolakan tersebut dengan mengundang orang-orang yang jauh di bawah kelas sosialnya (ay. 21-23) merupakan tindakan yang sungguh tidak terbayangkan.
Dalam pemikiran Yahudi, Kerajaan Allah sering digambarkan sebagai sebuah pesta (lihat Yesaya 25:6-9). Melalui perumpamaan ini, Yesus menantang para pendengar-Nya yang hanya berfokus pada pencapaian status sosial (Lukas 14:7). Dia menegaskan bahwa Kerajaan Allah begitu luas dan mencakup semua orang. Setiap orang yang menerima Dia dengan iman akan diterima ke dalam kerajaan-Nya. –Monica La Rose
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar