Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. –Mazmur 32:8
Baca: Mazmur 32:6-8
Saya dan istri saya, Sue, baru selesai berjalan kaki sejauh delapan kilometer melintasi Jembatan Mackinac, yang menghubungkan dua semenanjung di negara bagian Michigan. Kegiatan tahunan pada Hari Buruh di Amerika Serikat ini sudah menjadi tradisi di negara bagian kami sejak tahun 1958.
Saat kami beristirahat di bangku taman, seorang pria juga duduk di sebelah kami sambil berusaha untuk mengatur napasnya. Tak lama kemudian, istri dan putrinya ikut duduk, dan kami mengetahui bahwa keluarga mereka, yang juga orang percaya, pernah merasakan kepedihan akibat meninggalnya anak perempuan mereka yang masih berusia remaja, seperti yang pernah kami alami juga bertahun-tahun sebelumnya. Kami saling bertukar cerita tentang cara Allah menopang kami dan memberi kami kekuatan serta iman dari waktu ke waktu. Sungguh menakjubkan, bahwa di antara 33.000 orang yang ikut berjalan kaki pada hari itu, kami bertemu dengan satu keluarga yang memahami perasaan kami.
Dua keluarga dengan kisah yang serupa bertemu di tengah lautan manusia. Hal itu seperti sesuatu yang hanya dapat terjadi karena apa yang Allah katakan kepada Raja Daud dalam Mazmur 32. Setelah Daud mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah untuk perlindungan dan kelepasan yang diberikan-Nya, ia menerima kata-kata penghiburan ini dari Allah: “Aku akan mengajar dan mengarahkanmu di jalan yang harus kamu jalani, Aku akan menasihatimu dengan mata-Ku yang tertuju kepadamu” (ay. 8 AYT).
Allah mengawasi anak-anak-Nya, dan Dia mempertemukan mereka karena mereka membutuhkan satu sama lain. Ini menunjukkan bahwa “orang yang berharap kepada Tuhan tetap dilindungi oleh kasih-Nya” (ay. 10 BIMK).
Oleh: Dave Branon
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda pernah mengalami peristiwa yang mengingatkan Anda bahwa Allah selalu mengawasi Anda dengan penuh kasih? Apa makna kasih setia-Nya bagi Anda?
Ya Allah, terima kasih, karena Engkau sungguh nyata dan selalu hadir untuk mengawasiku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Mazmur 32 termasuk salah satu dari tujuh mazmur pertobatan (Mazmur 6, 32, 38, 51, 102, 130, 143), yang berisi pengakuan dosa pemazmur dan permohonannya untuk diampuni Allah. Daud menulis Mazmur 51 setelah bertobat dari dosa perzinaan dan pembunuhan (lihat 2 Samuel 11–12), dan banyak ahli percaya bahwa Mazmur 32 juga ditulis dengan konteks yang sama. Pemazmur menggambarkan beratnya beban rasa bersalah (ay. 3-4) dan sukacita menerima pengampunan Allah (ay. 1-2).
Daud menekankan pentingnya mengakui dosa (ay. 5) daripada bersikap keras kepala seperti “kuda atau bagal” (ay. 9). Allah memberikan kasih karunia kepada orang yang menyesal dan bertobat, sebab “kasih setia TUHAN mengelilingi orang yang percaya di dalam-Nya” (ay. 10 AYT). Dia berjanji akan menuntun kita dengan penuh perhatian dan kasih: “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu” (ay. 8). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar