Berfirmanlah Malaikat Tuhan kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali?” –Bilangan 22:32
Baca: Bilangan 22:22-23, 25-31
Dalam kisah legenda Prancis di abad ke-13, seorang kesatria meninggalkan bayi laki-lakinya di rumah, dengan dijaga anjingnya, Guinefort. Namun, ketika pulang, ia menemukan rumahnya berantakan: tempat tidur bayi terbalik, anaknya hilang, dan mulut anjingnya berlumuran darah. Karena berpikir bahwa si anjing telah melukai anaknya, sang kesatria pun membunuh Guinefort. Namun, setelah itu ia menemukan bangkai seekor ular besar yang penuh bekas gigitan anjing—dan bayinya berada di bawah ayunan, sama sekali tidak terluka. Ternyata Guinefort telah menyelamatkan nyawa sang bayi. Keberanian anjing itu dan perbuatan tidak adil yang diterimanya begitu menyentuh hati banyak orang, sampai-sampai mereka keliru dengan menyanjung Guinefort sebagai makhluk suci.
Alkitab mencatat kejadian serupa, ketika seekor keledai dihukum secara tidak adil karena melindungi pemiliknya. Seorang nabi bernama Bileam diminta oleh Raja Moab untuk mengutuki umat Allah (Bil. 22:4-6). Dalam perjalanan Bileam, seorang ”Malaikat Tuhan . . . dengan pedang terhunus” (ay. 23) menghalangi jalannya. Karena menyadari bahaya yang mengancam, keledai yang ditunggangi Bileam dua kali menghindari malaikat itu, tetapi justru dipukul penunggangnya (ay. 23,25). Saat tidak lagi bisa menghindari sang malaikat, keledai itu merebahkan diri dan kembali mendapat pukulan (ay. 26-27).
Pada akhirnya, Allah membuat si keledai dapat berbicara dan membela dirinya (ay. 29-30). Kemudian Dia membuka mata Bileam untuk melihat sang malaikat serta memperhatikan perintah Allah (ay. 31-32).
Kita mungkin tidak akan pernah mendengar binatang bercakap-cakap dengan kita, tetapi Allah mampu membuka mata kita dengan cara-cara yang tidak terduga. Kiranya kita siap untuk mendengar dan menanggapi-Nya ketika hal itu terjadi.
Oleh: Monica La Rose
Renungkan dan Doakan
Kapan Allah pernah membuka mata Anda? Bagaimana pengalaman itu mengubahkan Anda?
Allah Maha Pemurah, mampukanlah aku untuk mendengar dan menanggapi panggilan-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana Bileam, seorang nabi non-Yahudi, dapat mengenal Yahweh, satu-satunya Allah yang benar. Bileam mempunyai reputasi sebagai nabi yang berpengaruh; itulah sebabnya Raja Balak dari Moab menugasinya (Bilangan 22:5-6). Namun, meski Allah berbicara kepada Bileam (ay. 9), ia bukanlah orang yang benar. Di kemudian hari ia menasihati perempuan-perempuan Moab untuk menggoda laki-laki Israel agar jatuh ke dalam dosa seksual dan penyembahan berhala (lihat 25:1-9; 31:15-16). Kita menyembah Allah yang sanggup membuka mulut seekor keledai (22:28) dan mata seorang nabi yang jahat (ay. 31,34). Karena itu, kita dapat meyakini bahwa Dia juga akan membuka mata orang-orang yang mempercayai-Nya dan rindu melayani-Nya. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar