Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. –Galatia 2:20
Baca: Galatia 2:19-21
Albrecht Dürer, seniman era Renaisans, menjadi terkenal karena bakatnya yang luar biasa pada usia 20 tahun. Para kritikus seni pada masanya menyebut Dürer sebagai “kecerdasan terbesar yang pernah dituangkan lewat goresan.” Ketika nama Dürer makin tersebar, orang-orang berpengaruh berusaha mempekerjakannya dengan janji kemewahan dan kenyamanan hidup. Bahkan seniman-seniman ternama lainnya seperti Giovanni Bellini dan Raphael sangat menghormati karyanya.
Dalam karya yang dianggap para ahli sebagai lukisan potret diri yang terbaik, Dürer memadukan karakteristik fisiknya dengan bayangan yang ia miliki tentang sosok Yesus. Ia melukis dirinya sendiri dengan rambut panjang bergelombang, janggut, dan mata yang seolah memancarkan tujuan ilahi. Meski banyak yang mengira bahwa lukisan ini adalah pandangan sang seniman yang meninggikan dirinya sendiri, orang-orang yang mengenal Dürer percaya bahwa ia hanya ingin menjalani kehidupan yang membuat orang lain dapat melihat Yesus di dalam dirinya.
Jika kita sungguh-sungguh mengenal Kristus, sudah sepatutnya itu menjadi kerinduan kita juga. Kita yang telah mempercayai Yesus dan menerima kematian serta kebangkitan-Nya sebagai dasar hubungan kita dengan Allah, kita harus hidup sekarang bagi Yesus, bukan untuk diri kita sendiri (Gal. 2:19). Kita hidup bagi-Nya, dan Dia tinggal di dalam kita dan bekerja melalui diri kita. Rasul Paulus menyatakan hal ini tentang transformasi rohaninya: “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (ay. 20). Kiranya sinar kemuliaan Kristus terpancar melalui hidup kita hari ini, supaya dunia melihat dan mengenali-Nya di dalam kita.
Oleh: Jennifer Benson Schuldt
Renungkan dan Doakan
Bagaimana perasaan Anda, ketika Anda menyadari Yesus bekerja melalui diri Anda untuk menyatakan diri-Nya? Tantangan apa saja yang terkadang menghalangi hal itu?
Bapa di surga, mampukanlah aku untuk hidup tidak lagi hanya memuaskan hasrat dan keinginanku. Tolonglah aku berserah kepada Roh-Mu, agar orang lain dapat melihat Kristus hidup di dalamku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu
WAWASAN
Yesus berkata, “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yohanes 12:24). Kristus mengucapkan kata-kata ini menjelang minggu penyaliban-Nya. Inilah pelajaran yang kemudian dipahami Paulus ketika menulis kepada orang-orang yang berusaha memperoleh keselamatan melalui ketaatan kepada hukum Taurat. Dalam Roma 3:10-20, ia menerangkan mengapa tidak seorang pun dapat diselamatkan oleh ketaatan kepada hukum. Ia lalu menjelaskan bahwa “tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan” (ay. 21). “Kebenaran Allah [ini] karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya” (ay. 22).
Ia melanjutkan, “Manusia lama kita telah turut disalibkan, . . . agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa” (6:6). Karena Kristus “hidup di dalam [dirinya]” (Galatia 2:20), Paulus dapat menjalani hidup yang memuliakan Allah dan membawa orang lain kepada Kristus. Hari ini pun, Allah sanggup menolong kita untuk berserah kepada Roh Kudus agar orang lain dapat melihat Kristus hidup dalam diri kita. –Tim Gustafson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar