Tiga kali sehari Daniel berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. –Daniel 6:11 Daniel 6:4-8,10-12
Baca: Daniel 6:4-8,10-12
Denzel Washington, aktor peraih Academy Award, mendorong sekelompok aktor muda untuk mengawali hari mereka dengan doa. Ia menyarankan mereka agar “meletakkan sepatu jauh di bawah tempat tidur pada malam hari,” agar saat pagi tiba, mereka “mau tidak mau harus berlutut”—tidak hanya untuk mengambil sepatu, tetapi terlebih lagi untuk berdoa.
Membangun kebiasaan doa yang teratur memang membutuhkan niat dan bahkan perencanaan yang kreatif, tetapi itulah praktik yang telah menopang umat Allah di sepanjang sejarah, khususnya pada masa-masa sulit. Kita dapat melihat contohnya dalam kehidupan Daniel, yang melayani pada masa pemerintahan Raja Darius. Ia melejit cepat menjadi penasihat utama kerajaan, jabatan yang menimbulkan kemarahan para pejabat lokal (Dan. 6:3). Karena iri hati, mereka mencari-cari cara untuk menyingkirkan Daniel, lalu menyadari satu-satunya celah yang bisa menjatuhkannya adalah dalam “hal ibadahnya kepada Allahnya” (ay. 6). Bahkan setelah para pejabat itu mengelabui raja untuk membuat aturan yang mengakibatkan ibadah doa Daniel menjadi ilegal, Daniel tetap “berlutut, berdoa . . . seperti yang biasa dilakukannya” (ay. 11).
Kehidupan doa yang konsisten amatlah penting bagi Daniel untuk mengalami kekuatan dan damai sejahtera Allah yang menopangnya (Mzm. 29:11). Kebiasaan tersebut menolongnya dalam mengalahkan ancaman musuh yang hendak menghancurkannya. Demikian juga dengan kita. Hubungan kita dengan-Nya akan terbangun dengan baik jika kita menetapkan waktu yang teratur untuk bertemu Allah dalam doa dan menjadikannya prioritas setiap hari. Setiap kali kita menghadapi kesulitan, kekuatan-Nyalah yang akan menopang kita.
Oleh: Lisa M. Samra
Renungkan dan Doakan
Bagaimana kebiasaan doa yang teratur telah menopang Anda di masa-masa sulit? Apa contoh doa dalam Alkitab yang selama ini menguatkan Anda?
Bapa yang penuh kasih, kiranya aku mendapatkan kekuatan dan belas kasihan-Mu setiap pagi.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Injil Lukas menampilkan sejumlah cuplikan tentang kehidupan doa Yesus. Ketika kabar mengenai pelayanan-Nya mulai tersebar, Dia sering “mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa” (5:16). Sebelum memilih kedua belas rasul, Dia “naik ke sebuah bukit untuk berdoa. Di situ Ia berdoa kepada Allah sepanjang malam” (6:12 BIMK). Seperti halnya Daniel, doa menjadi permulaan dari suatu ujian yang berat (Daniel 6:6-10).
Sebelum menghadapi salib, Kristus berdoa dengan penuh penderitaan di Getsemani (lihat Lukas 22:39-46). Ketekunan dalam doa menumbuhkan hubungan kita dengan Allah, memperkuat jiwa, dan menolong kita tetap memiliki damai sejahtera di tengah pencobaan. –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar