Maka berdirilah Sama. –2 Samuel 23:12
Seorang pimpinan perusahaan sering menyakiti para karyawannya dengan ucapannya yang pedas. Tak seorang pun berani menentangnya. Semua orang takut kepadanya, termasuk Gene. Namun suatu hari, pimpinan tersebut memarahi seorang karyawan baru hingga membuatnya menangis. Saat Gene melihat bagaimana semua orang di ruangan tersebut terdiam, ia pun angkat bicara.
“Saya mengatakan kepada beliau bahwa caranya memperlakukan orang-orang itu tidak benar,” kenang Gene. “Ia pun terkejut, karena itu pertama kalinya seseorang berani menentangnya. Ia memang tidak berubah, tetapi saya lega saya sudah berani bersuara.”
Kitab Suci menceritakan tentang seorang pria lain yang berani menghadapi tantangan yang menggentarkan banyak orang. Sama, seorang prajurit militer Daud, datang untuk menolong sang raja di tengah keadaan yang sulit (2 Sam. 23:11-12), tetapi Allah memakainya untuk mengalahkan orang Filistin. “Orang Filistin berkumpul di . . . sebidang tanah ladang penuh kacang merah—dan tentara telah melarikan diri dari hadapan orang Filistin” (ay. 11). Hanya Sama yang memiliki keberanian untuk bertahan menjaga pasokan makanan Israel. Meski menghadapi sendiri tentara Filistin itu mengancam nyawanya, “berdirilah [Sama] di tengah-tengah ladang itu, ia dapat mempertahankannya” (ay. 12).
Allah menolong Sama mengalahkan orang Filistin (ay. 12). Ia mungkin satu-satunya orang Israel di ladang itu, tetapi sesungguhnya ia tidak sendirian. Allah menyertainya, dan memberinya kemenangan besar pada hari itu. Adakalanya kita dipanggil untuk menghadapi sebuah tantangan yang dihindari oleh orang lain. Seperti Sama, marilah kita berdiri teguh, dengan mengandalkan penyertaan dan pertolongan Allah.
Oleh: Karen Huang
Renungkan dan Doakan
Tantangan apa yang saat ini Allah minta Anda hadapi dengan berani? Bagaimana Anda dapat mengandalkan pertolongan-Nya untuk menghadapi hal tersebut?
Ya Bapa, berilah aku keberanian untuk berdiri teguh bagi-Mu.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan Kekuatan dari Tuhan, Gbu..
WAWASAN
Pasukan Daud dipimpin oleh 37 pahlawan perang yang setia dan tak kenal takut (2 Samuel 23:8-39). Secara kolektif mereka dikenal sebagai “ketiga puluh” perwira (ay. 13, 23-24), dan Allah memakai mereka untuk menggenapi tujuan-Nya menjadikan Daud raja atas seluruh Israel (1 Tawarikh 11:10). Di antara mereka, terdapat tiga panglima elit Daud yang dikelompokkan sebagai “triwira” (2 Samuel 23:8). Isybaal menewaskan 800 orang sekaligus (ay. 8). Eleazar mengalahkan orang Filistin setelah sebagian besar orang Israel mundur (ay. 9-10). Lalu, Sama bertahan melawan orang Filistin dan berhasil meraih kemenangan dengan kuasa Allah, sementara pasukan lainnya melarikan diri (ay. 11-12).
Rasul Paulus menyamakan iman orang percaya dengan peperangan rohani, dan mendesak kita untuk “memakai semua alat perang dari Allah” agar “tetap bertahan” sampai akhir (Efesus 6:13 TSI). Hari ini, Allah sanggup memberi kita keberanian untuk menghadapi pergumulan hidup dan menolong kita “kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (ay. 10). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar