Sebab itu kami tidak tawar hati. 2 Korintus 4:16 2 Korintus 4:7-18
Baca: 2 Korintus 4:7-18
Sebelum kami menempuh perjalanan ke Swiss, saya sudah membayangkan akan menjumpai pegunungan Alpen yang bersalju, kawanan kambing yang sedang merumput, dan para petani yang meniup trompet khas pegunungan Alpen. Namun, saat kami berkendara ke arah selatan kota Zurich, pemandangan yang terlihat hanyalah jalan raya yang membosankan seperti di kota-kota lain. Ketika penginapan tidak jauh lagi, kami harus membawa mobil melewati jalan tanah yang sempit dan berbahaya. Setibanya di rumah penginapan yang kami sewa, kami harus mengangkat koper-koper kami untuk menaiki anak-anak tangga yang curam dan berbatu. Dengan rasa lelah dan kecewa, akhirnya kami berhasil mencapai teras rumah tersebut. Lalu, di sana, terbentang di depan kami suatu pemandangan luar biasa: Pegunungan Alpen yang megah menjulang di atas hamparan biru Danau Luzern, dengan kota-kota kecil berkilauan di kejauhan seperti kunang-kunang. Jerih lelah kami pun terasa tidak sia-sia.
Saya teringat sepenggal ayat, “Sebab itu kami tidak tawar hati” (2 Kor. 4:16). Rasul Paulus menulis tentang pergumulannya sendiri: “Dalam segala hal kami ditindas, . . . namun tidak putus asa” (ay. 8). Sang rasul memperlihatkan cara pandangnya yang positif: “Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (ay. 17). Ia menasihati kita untuk “memperhatikan . . . yang tak kelihatan” (ay. 18), dengan berharap akan menerima kemuliaan kekal tersebut.
Terkadang perjalanan hidup kita terasa membosankan dan berat. Namun, di dalam Kristus, kita yakin akan melihat pemandangan yang terbaik. Jerih lelah kita tidak akan sia-sia dan sepadan dengan hasilnya: Kemuliaan kekal-Nya yang jauh melampaui apa pun yang dapat kita bayangkan.
Oleh: Kenneth Petersen
Renungkan dan Doakan
Seperti apa perjalanan berat yang Anda alami dalam hidup Anda saat ini? Apa arti “kemuliaan kekal” bagi Anda secara pribadi?
Allah yang penuh kasih, kuatkanlah aku dalam perjalanan yang berat ini. Teguhkan hatiku dengan kepastian akan kemuliaan-Mu yang kekal.
WAWASAN
Dorongan kepada umat yang sedang menderita, yang disampaikan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 4:7-18, juga diberikan dalam Roma 8: “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (ay. 18). Betapa kita dikuatkan karena sebagai orang percaya di dunia yang berdosa, kita telah menerima Roh Allah (ay. 23) yang menyertai kita saat melewati pengalaman hidup yang menyenangkan maupun yang tidak. Ketika kita menghadapi pencobaan, Alkitab mengingatkan bahwa penderitaan itu “mengerjakan bagi [kita] kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya” (2 Korintus 4:17). –Arthur Jackson
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar