• Takut dan Hormat Akan Allah 2026-09-03

    [Takutlah] akan Tuhan, Allahmu. Ulangan 10:12 Ulangan 10:12-15

    Baca: Ulangan 10:12-15

    “Aku pernah membunuh orang di masa lalu,” kata Tanitan, “tetapi sejak aku memilih untuk percaya kepada Yesus Kristus, Dia tidak akan membiarkanku melakukan hal-hal seperti itu lagi.” Tanitan, anggota suku Ilongot yang tinggal di pegunungan Sierra Madre, Filipina, berasal dari masyarakat dengan budaya berburu kepala, yaitu praktik memburu manusia dan memenggal kepala mereka. Setelah membandingkan hidupnya sebelum dam sesudah mengenal Allah, Tanitan berkata, “Dulu, aku takut mati, tetapi tidak takut membunuh. Sekarang, aku takut membunuh, tetapi tidak lagi takut mati.”

    Saat membaca kisah Tanitan dalam buku To the Headhunters of Sierra Madre karya Florentino Santos, saya berpikir bagaimana sikap takut dan hormat yang baru ia miliki akan Allah menumbuhkan kerinduan dalam dirinya untuk taat kepada Sang Maha Kuasa. Saya teringat pada kata-kata Musa kepada bangsa Israel sebelum mereka memasuki tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka: “Apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, Allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu” (Ul. 10:12). Sikap takut dan hormat akan Allah perlu diwujudkan dalam ketaatan kepada-Nya. Umat Allah harus “hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, . . . [dan] berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan” (ay. 12-13).

    Sebagai orang percaya, sikap hormat yang mendalam terhadap kekudusan Allah mendorong kita untuk membenci kejahatan dan mau melakukan apa yang berkenan kepada-Nya (Ams. 8:13). Mari memohon kepada Allah agar kita dimampukan untuk memiliki sikap takut dan hormat akan Dia di dalam hidup kita.

    Oleh: Karen Huang

    Renungkan dan Doakan

    Dari bacaan Alkitab hari ini, bagaimana Anda menjelaskan sikap “takut akan Tuhan”? Kapan Anda merasa sulit menaati Allah, dan bagaimana perintah untuk takut akan Dia menolong Anda taat kepada-Nya?

    Allah yang kudus, tolonglah aku untuk memiliki sikap takut dan hormat akan Engkau di hadapan-Mu.

    WAWASAN

    Musa “memanggil seluruh orang Israel berkumpul” (Ulangan 5:1) dan menegaskan kembali di depan umat itu perjanjian yang telah Allah buat dengan mereka. Mereka akan segera menyeberangi Sungai Yordan (Yosua 3), sementara Musa sendiri akan “menyeberangi Yordan” secara kiasan menuju kekekalan (Ulangan 34:7). Sebagian besar pesannya menceritakan ulang tindakan pemberontakan Israel selama 40 tahun perjalanan mereka keluar dari Mesir (9:7-24). Meski Musa meyakinkan mereka pasti akan menduduki tanah perjanjian, ia memperingatkan, “Ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki” (ay. 6). Itu karena Allah telah memilih mereka, sekalipun mereka sering gagal: “Mereka itu umat milik-Mu sendiri, yang Kaubawa keluar dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang teracung” (ay. 29). Karena Israel adalah milik Allah, mereka harus mengikuti Dia. Walaupun kekudusan-Nya tidak memberikan toleransi terhadap dosa, Roh-Nya akan menolong orang percaya saat ini untuk takut akan Dia, hidup taat dan beribadah kepada-Nya (10:12). –Tim Gustafson

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Takut dan Hormat Akan Allah 2026-09-03

[Takutlah] akan Tuhan, Allahmu. Ulangan 10:12 Ulangan 10:12-15 Baca: Ulangan 10:12-15 “Aku pernah membunuh orang di masa lalu,” kata Tanitan...

Halaman FB