Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. –Yesaya 43:1
Baca: Yesaya 43:1-7
Sebuah penerbit menggunakan cara yang menarik untuk mempromosikan bukunya. Mereka melelang kesempatan bagi para pembaca untuk mencantumkan nama mereka dalam buku tersebut. Peserta yang berminat dapat membayar agar nama mereka dipakai sebagai tokoh dalam karya novel yang akan dihasilkan oleh seorang penulis terkenal. Selain itu, penawar tertinggi dalam lelang itu berhak menentukan nama yang akan digunakan dalam buku tersebut. Dana yang terkumpul kemudian disumbangkan untuk amal, dan tentu saja, novel sang penulis ikut terdongkrak promosinya.
Banyak orang gembira melihat nama mereka tercantum dalam sebuah buku atau surat kabar. Itulah cara mereka untuk menjadi terkenal atau “terlihat.” Namun, percayalah, ada satu Pribadi yang jauh lebih besar dan penting, yang sudah mengenal dan melihat Anda.
Ketika Yesaya mengingatkan bangsa Israel tentang kasih Allah kepada mereka, ia berkata, “[Allah] telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku” (Yes. 43:1). Sang nabi juga mengingatkan umat Allah tentang perjanjian-Nya dengan mereka, yang diikat-Nya dengan leluhur mereka, Abraham, berabad-abad silam (lihat Kej. 12:1-3). Meski pada saat itu bangsa Israel mungkin merasa ditinggalkan, perkataan Yesaya menunjukkan bahwa Allah mengetahui kebutuhan mereka dan selalu menyertai mereka (Yes. 43:2-5).
Demikian pula, setiap orang yang percaya kepada Yesus dikenal oleh Allah. Yohanes 10:3 berkata, “Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.” Kita dikenal oleh Allah ketika kita rindu mengikut Dia dan hidup mengikuti perintah-perintah yang dinyatakan-Nya kepada kita dalam Kitab Suci. Kita dikenal dan dikasihi-Nya. Allah melihat kita dan mengenal nama kita.
Oleh: Katara Patton
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dikuatkan oleh kebenaran bahwa Allah mengenal nama Anda? Bagaimana Anda dapat membagikan kabar baik tentang pengenalan-Nya atas diri kita kepada sesama?
Allah Maha Kuasa, terima kasih, karena Engkau mengenal dan melihatku.
Amin
Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu...
WAWASAN
Karena ketidaksetiaan bangsa Israel yang enggan untuk bertobat, Allah membuang mereka ke Babel (Yesaya 39:6-7). Namun, Dia meyakinkan mereka, “Aku akan menyertai engkau” (43:2; lihat ay. 5). Dia juga berjanji akan membawa mereka kembali ke tanah perjanjian (ay. 2-6). Dengan penuh kasih Dia menyebut mereka “anak-anak-Ku laki-laki . . . dan anak-anak-Ku perempuan . . . yang disebutkan dengan nama-Ku” (ay. 6-7).
Sebagai orang percaya, kita pun dipanggil oleh Allah. Paulus berkata, “Di dalam [Kristus] Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan” (Efesus 1:4). Dengan memanggil nama kita, Yesus mengajak kita untuk mengikut Dia (Yohanes 10:3). Kita tidak perlu takut akan ketidakpastian masa depan, sebab Allah telah meyakinkan kita: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku” (Yesaya 43:1). Dia mengenal kita dan telah mencantumkan nama kita “dalam kitab kehidupan” (Filipi 4:3; lihat Wahyu 20:12-15). –K.T. Sim
Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti
Our Daily Bread

Tidak ada komentar:
Posting Komentar