• Belas Kasihan Allah 2026-10-17

    Tuhan berkata, “Pantaskah kamu marah?” –Yunus 4:4

    Baca: Yunus 3:10–4:2, 4, 6-11

    Saya tidak menyukai rekan kerja saya, Sadie. Sikapnya yang sering kasar membuat saya berusaha menghindarinya. Karena itu, ketika ia mendengar tentang kebaktian penginjilan di gereja saya dan bertanya apakah ia bisa mengikutinya bersama saya, saya bersikap acuh tak acuh. “Lihat saja nanti,” gumam saya.

    Hari demi hari berlalu, dan topik itu seolah terlupakan. Namun, Allah tidak melupakannya. Saya merasa Dia melihat dan menunggu saya untuk mendekati Sadie. Suatu hari, ketika saya sedang berdoa, satu pertanyaan memenuhi benak saya: Coba pikirkan responsmu kepada Sadie. Pantaskah itu?

    Aduh! Pertanyaan itu mengingatkan saya pada apa yang Allah tanyakan kepada Nabi Yunus setelah penduduk Niniwe bertobat: “Pantaskah kamu marah?” (Yun. 4:4 tsi). Yunus sudah memperingatkan penduduk Niniwe tentang penghukuman Allah atas dosa mereka (3:1-4). Namun, anehnya, ketika bangsa itu bertobat dan Allah “membatalkan keputusan-Nya untuk membinasakan mereka” (ay. 10 TSI), Yunus “sakit hati dan sangat marah” (4:1 TSI). Ia percaya bahwa musuh Israel yang kejam itu begitu mudah lolos dari hukuman yang pantas mereka terima (ay. 1-3).

    Namun, Allah menegur Yunus dan menyoroti kurangnya belas kasihannya terhadap orang-orang Niniwe yang tidak memiliki pemahaman rohani yang benar (ay. 5-11). Allah, yang “pengasih dan penyayang, . . . panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (ay. 2), peduli terhadap kesejahteraan semua orang, terlepas dari perbuatan mereka selama ini. Marilah kita juga rela menunjukkan belas kasihan Allah kepada sesama kita, dengan menolong mereka untuk mengenal dan mengasihi-Nya.

    Oleh: Karen Huang

    Renungkan dan Doakan

    Mengapa adakalanya kita sulit menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang tertentu dalam hidup kita? Bagaimana Allah dapat menolong Anda berbelas kasihan kepada mereka?

    Bapa Maha Kasih, mampukanlah aku untuk melihat orang lain dengan mata-Mu dan menunjukkan belas kasihan-Mu kepada mereka.

    Amin 

    Selamat menjalani hari ini dengan semangat dan kekuatan dari Tuhan, Gbu 

    WAWASAN

    Karena Yunus ingin Allah membinasakan penduduk Niniwe yang jahat, ia menjadi marah ketika Dia memilih mengampuni serta menyelamatkan nyawa mereka (3:10–4:1). Sang nabi bahkan keberatan karena Allah menunjukkan diri-Nya “pengasih dan penyayang . . . panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (Yunus 4:2). Yunus tidak ingin Dia mengaruniakan anugerah-Nya kepada bangsa-bangsa lain. Namun, Allah kita yang berdaulat berhak menunjukkan belas kasihan kepada siapa pun yang Dia kehendaki (ay. 11; lihat Keluaran 33:19; Roma 9:15).

    Sebagai orang percaya dan “bangsa yang terpilih” milik-Nya (1 Petrus 2:9), kita dipanggil untuk “manusia baru yang mencerminkan sifat-sifat Allah” (Efesus 4:24 TSI)—berbelas kasihan, murah hati, sabar, mengasihi, dan rela mengampuni (Kolose 3:12-14). Hari ini, Allah sanggup menolong kita menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, bahkan kepada orang yang sulit untuk dikasihi. –K.T. Sim

    Anda bisa memberikan dampak yang lebih berarti 

    Our Daily Bread

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia
Pengamat Sosial

Belas Kasihan Allah 2026-10-17

Tuhan berkata, “Pantaskah kamu marah?” –Yunus 4:4 Baca: Yunus 3:10–4:2, 4, 6-11 Saya tidak menyukai rekan kerja saya, Sadie. Sikapnya yang s...